panduan bisnis clothing

Panduan Lengkap Bisnis Clothing untuk Pemula

Bisnis Clothing – Mengapa harus berbisnis clothing line? Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Bahkan, untuk beberapa profesi dan kalangan ada yang dituntut agar selalu berpakaian menarik dan trendi. Contohnya, di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah beragama Islam dan hampir semua muslimah mengenakan kerudung, hal ini  merupakan peluang pasar yang sangat potensial bagi pelaku bisnis fesyen terutama fesyen muslim.

Selain itu, Indonesia juga memiliki batik dan kain khas seperti tenun, songket, bordiran dan masih banyak lagi material fesyen lainnya yang merupakan aset yang bisa kita ciptakan dan kembangkan menjadi beragam produk fesyen yang sangat menjanjikan. Peluang-peluang inilah yang bisa kita lihat untuk dijadikan bisnis.

Berbisnis fesyen pun sangat banyak sekali ragamnya, di antaranya: jika pandai menjahit, kita bisa menjadi penjahit satuan atau membuat baju sesuai pesanan konsumen (custom), distributor atau penjual pakaian yang dibeli terlebih dahulu kepada produsen kemudian dijual ecer kepada konsumen, membuka usaha konveksi, menjadi reseller pakaian jadi, berbisnis clothing line label sendiri, menjadi fashion designer baik bekerja sebagai freelancer mendesain baju untuk brand lain, ataupun menjadi fashion designer sekaligus memproduksi produk label sendiri.

Saya termasuk pelaku fesyen yang telah hampir menjalani banyak cara dalam menjalani bisnis fesyen sejak merintis dari dari tahun 2004 hingga sekarang, dimulai dari menjadi reseller produk fesyen, menjual produk fashion retail, setelah saya menikah saya mulai menjadi supplier fesyen untuk dipasarkan ke rekanan pemilik butik-butik yang tersebar di berbagai butik di wilayah Indonesia.

Setelah banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan secara langsung ketika merintis bisnis fesyen, saya mencoba naik ke level yang lumayan cukup menantang bagi saya yaitu menjual produk fesyen dengan desain dan label sendiri. Berbekal dengan kemampuan dan hobi menggambar secara otodidak sketching fashion, ilmu pengembangan desain yang saya pelajari dari berbagai sumber, workshop, dan buku-buku desainer internasional juga pengalaman berbisnis fesyen yang sudah saya tekuni kurang lebih 12 tahun ini, rasanya saya sudah mantap dengan rencana saya ini.

Untuk memulai berbisnis clothing line dengan label atau brand sendiri bukan hal yang mudah. Mengapa? Karena kita harus terus membangun brand kita, ini tidak bisa dilakukan 2 atau 3 malam, ini terus menerus setiap hari 24 jam.

Brand harus terus tumbuh, dan di saat yang sama kita juga harus terus meciptakan karya yang baik hingga memproduksi produk-produk yang akan dijual kepada konsumen terus-menerus. Tantangan-tantangan lain yang saya hadapi, selain sebagai pemilik, saya juga sekaligus sebagai desainernya. Artinya, pada saat harus memastikan brand kita berjalan sesuai rencana, saya harus selalu memikirkan untuk bisa terus menciptakan produk yang baik, sesuai dengan konsep style brand dan target konsumen. Penting sekali untuk bisa disiplin dalam menyiapkan koleksi dan produksi sesuai jadawal, dan tentu saja setiap hari juga harus lebih telaten menyelesaikan pekerjaan rumah sehari-hari karena peran utama adalah ibu rumah tangga.

Saya memulai bisnis clothing line ini saat saya tinggal di Amerika Serikat pada tahun 2013. Ketika itu saya sedang hamil anak kedua, dengan usia kehamilan saya saat itu 7 bulan. Suami saya agak ragu di kala itu, bagaimana mungkin saya bisa menjalankan bisnis dari jarak jauh yang semua kegiatannya dilakukan di Indonesia, sedangkan saya masih tinggal atau berada di luar negeri? Namun, dengan penjelasan saya yang cukup meyakinkan akhirnya suami memberikan izin.

Cukup berani di kala itu bagi saya untuk memulai bisnis clothing line dan mengurus keluarga dengan segala pekerjaan rumah tangga. Di luar negeri tahu sendiri kan semua pekerjaan harus bisa dilakukan sendiri, ya benar-benar sendirian tanpa asisten rumah tangga. Saya harus mampu membagi waktu antara pekerjaan rumah tangga dan bisnis.

Tidak hanya itu, saya terkendala dengan masalah perbedaan waktu 13 jam antara Indonesia-Amerika. Sehingga cukup merepotkan ketika berurusan dengan masalah produksi yang ada di Indonesia hingga masalah distribusi. Kendalanya selain perbedaan waktu, tentu saja tantangannya adalah pada saat research market, membangun koleksi, mempersiapkan desain–apalagi saya harus mengamati tren busana muslim di Indonesia sebagai pasar saya setiap hari.

Tentu saja, bagian berat lainnya adalah membuat sample produksi. Prosesnya begini: perbaikan-perbaikan hingga pengiriman sample dikirim ke saya, kemudian dilanjutkan ke pembelian material, saya lalu memikirkan marketing, promosi, memikirkan katalog, atau display fesyen yang akan saya dan tim sebarkan ke customer sampai kepada produk yang siap untuk di jual.

Untuk semua koordinasi dan sistem bisnis saya buat sendiri, dan ini benar-benar bukan hanya dipersiapkan dalam satu malam. Ini memakan waktu yang cukup lama untuk membangunnya, namun di sinilah tantangannya.

Saya ingin membuktikan meskipun ada jarak dan perbedaan waktu bisnis clothing line pun terus bisa kok dijalankan. Asalkan ada niat, komitmen untuk bersungguh–sungguh dan konsisten untuk menjalaninya Insya Allah bisa berjalan.

Membuat sebuah karya yang bagus memang butuh waktu yang ekstra, kita harus memikirkan bagaimana produk ini bisa menjual atau diminati oleh konsumen dan calon konsumen baru, bagaimana kita menggodok semua ide dan kreasi menjadi sebuah produk, serta memikirkan ide-ide baru untuk karya kita agar bisa terus memberikan yang terbaik buat konsumen kita, kita harus jeli melihat pasar, sehingga kita bisa bertahan di ranah bisnis fesyen dalam negeri dan untuk bisa membawa bisnis kita ke taraf internasional.

 

 

ENAM

STRATEGI BISNIS

 

Pada masa sekarang ini kecanggihan teknologi dan kemudahan akses internet serta media digital membuat masyarakat lebih cepat menyerap dan mendapatkan berbagai informasi mengenai fesyen dan tren pakaian.

Selain itu, kita sebagai pelaku bisnis fesyen juga banyak mendapat kemudahan, yaitu dapat secara langsung mengamati calon konsumen, memahami kebutuhan konsumen, bahkan dapat berinteraksi langsung dengan konsumen melalui media sosial dan internet. Inilah salah satu hal yang menunjang dan memudahkan kita bisa menjalankan bisnis fesyen atau clothing line dari rumah.

Saya akan membagi hal-hal yang sudah saya lakukan dan perencanaan bisnis yang sudah saya jalani, kendala yang saya hadapi, termasuk kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan, agar teman-teman yang ingin memulai, yang baru memulai, ataupun yang sudah memulai bisnis clothing line,  dan terbentur dengan kendala yang sama, bisa mendapatkan sedikit ilmu dari pengalaman saya untuk bisa lebih tepat dan efisien saat menjalani bisnis clothing, sembari menjalani peran dan tanggung jawab utama sebagai ibu rumah tangga seperti saya.

Saya rasa sebelum memulai bisnis clothing line ada beberapa hal yang perlu benar-benar dipikirkan, dipertimbangkan dan disiapkan bagi yang segera ingin memulainya. Apa saja?

#1 – Modal

Bisnis clothing line membutuhkan modal yang tidak sedikit. Untuk awal memulai kita memang tidak harus menyiapkan banyak modal. Saya pun memulainya juga tidak dengan modal yang besar, hanya Rp4.000.000. Namun, jika ingin menjalani bisnis clothing, dan berkomitmen untuk terus tumbuh kita harus mempersiapkan modal dan memikirkan sumber pemasukkan tambahan modal kita yang dimulai sejak awal merintis bisnis.

Memang modal yang banyak tidak menjamin sebuah brand atau bisnis clothing tersebut bisa sukses, namun sebagai pelaku bisnis clothing kita harus mempersiapkan untuk dapat mengembangkan bisnis yang telah kita mulai agar semakin besar. Setiap hal harus ada pencapaian dan lebih baik.

#2 – Komitmen dengan berbisnis untuk waktu yang panjang

Bisnis clothing line merupakan bisnis yang akan dijalani dengan waktu yang sangat panjang. Penting untuk diketahui, bahwa berbisnis clothing line merupakan bisnis yang harus direncanakan dan dibangun secara matang dan memakan waktu yang lama. Bisnis clothing line yang menghasilkan harus bertumbuh dan akan terus berjalan dari waktu ke waktu hingga tahun ke tahun. Kita harus benar-benar siap dan berkomitmen dengan ini sejak ingin memulainya.

#3 – Bertahan di bisnis clothing line

Bertahan sembari selalu evaluasi dan menambahkan ide-ide kreatif saat menjalani bisnis dari tahun ke tahun. Kompetitor lama yang kuat dan kompetitor baru muncul akan terus tumbuh, dan kita harus lebih matang untuk membangun konsep bisnis, gaya marketing, dan mengembangkannya dengan ide-ide yang fresh, memikirkan desain dan pengembangan desain, agar mampu bertahan di bisnis ini dan bertumbuh.

Akan sangat banyak tekanan di tengah perjalanan bisnis clothing yang akan di jalani nanti. Pikirkan dengan baik, bahwa di luar sana brand lain ada yang sudah stabil, ada yang mulai tumbuh, bahkan ada yang baru muncul, pikirkan apa yang membuat clothing line kita bisa kuat dan apa yang membuat calon customer bisa memutuskan untuk memilih brand kita dan membeli produk kita untuk mereka, sementara di luar sana banyak sekali plihan yang ada.

Untuk itu, agar clothing line kita bertahan dan maju, kita benar benar harus lebih memberikan penawaran yang baik dengan kelebihan yang bisa kita tonjolkan dari produk-produk kita.

#4 – Manajemen waktu

Jika ingin memulai bisnis clothing line, berarti kita harus siap akan menghabiskan waktu, untuk mengerahkan pikiran dan ide ke dalam bisnis kita tersebut. Sangat banyak hal yang harus dipikirkan mulai dari produksi, presentase produk, mencari partner bisnis, membuat website, toko offline, promosi, marketing, memikirkan di mana tempat kita menjual produk, pengiriman produk, mengatur pembukuan, hingga mengatur kerja staf kita dan masih banyak yang lainnya. Tentu saja ini akan menguras pikiran dan waktu. Nah, kita mesti  siap dengan hal tersebut. Kemudian nanti setelah clothing line semakin jalan dan besar, kita bisa mulai merekrut karyawan untuk dibagi tugas masing masing.

#5 – Disiplin dengan Diri Sendiri

Saat mulai masuk ke ranah bisnis clothing line, ini berarti kita harus benar-benar mulai disiplin terhadap diri kita sendiri, mulai dari mengatur waktu kerja, waktu istirahat, waktu mengembangkan bisnis, waktu untuk kehidupan pribadi dan waktu untuk mengevaluasi bisnis kita tersebut. Disiplin juga dengan jadwal produksi, dengan deadline desain, rencana bulanan, pembagian kerja yang mesti harus disiapkan setiap bulan, dan pekerjaan di dalam clothing line kita tersebut.  Tidak peduli apakah kita sedang mengalami hari yang buruk saat itu, kurang sehat, tidak berada dalam mood yang baik sementara bisnis harus terus berjalan.

Beberapa hal di atas, menurut saya perlu diketahui oleh pelaku bisnis clothing line. Jika sudah mengerti poin-poin di atas, tentu saja kita akan lebih siap untuk memulainya. Sebagian desainer ada yang memilih untuk fokus bekerja khusus untuk mendesain dan memikirkan koleksi produk fesyennya. Sehingga, menyerahkan hal-hal di atas dengan mencari partner bisnis. Dan sebagian lain memilih memulai awal dengan mengerahkan kemampuan sendiri dan memikirkan sistemnya sendiri sekaligus memikirkan desain, koleksi dan produksi. Nah, saya merupakan bagian yang kedua, yaitu memulai semuanya sendiri, membangun sistem, membangun koleksi dan menjalani serta mengkoordinasi bisnis sendiri kemudian mempersiapkan pekerjaan masing masing staf sesuai bidang masing masing.

Menjadi seorang entrepreneur, akan menghabiskan waktu dan pikiran yang terforsir untuk memikirkan rencana-rencana bisnis setiap hari sembari menjalankan rutinitas dan prioritas di rumah. Logikanya, meskipun kita bekerja dari rumah, tentu saja akan lebih mudah menjalaninya jika kita benar-benar mendapat dukungan dari keluarga.

Mintalah dukungan dari keluarga, terutama suami. karena akan ada waktu-waktu ekstra untuk pekerjaan bisnis clothing line, seperti meeting call, deadline dan persiapan koleksi maupun persiapan promosi clothing line dan lainnya yang harus diatur dan dipersiapkan bersamaan dengan rutinitas harian di rumah.

 

Pentingnya Dukungan Keluarga

Sebagai seorang istri dan Ibu yang menjalani bisnis, kita dituntut harus mampu membagi waktu, pikiran dan prioritas dengan sangat cermat agar keduanya dapat berjalan dengan baik dan seimbang. Jangan sampai ketika segala urusan bisnis lancar dan berjalan dengan baik, kita malah mengorbankan tanggung jawab utama kita di rumah. Bahkan sebaliknya, ketika kita sudah berkomitmen untuk menjalankan bisnis sambil mengurus rumah tangga. Namun, tanpa perencanaan yang baik, ketika menjalaninya bersamaan bisnis malah tidak terurus dengan baik bahkan bukannya akan menghasilkan, malah menjadi rugi uang dan waktu karena tidak tepat mengatur antara rumah dan bisnis.

Itulah mengapa perencanaan bisnis apapun harus disusun sejak awal ketika kita mulai berkomitmen memulai bisnis dan rencana tersebut akan sendirinya menyesuaikan dengan kondisi nyata yang terjadi di lapangan.

Perlu diatur dimulai dari rencana bisnis jangka pendek, kemudian jangka panjang, strategi kita untuk bertahan di bisnis, strategi menghadapi kompetitor lama dan kompetitor baru, sistem kerja kita, juga berapa jumlah atau porsi waktu yang kita siapkan setiap hari untuk pekerjaan bisnis dan pekerjaan rumah. Sehingga, nanti ketika kita dihadapkan dengan kendala-kendala di tengah perjalanan bisnis, kita mampu memikirkan mencari jalan keluar dan membuat keputusan yang terbaik dengan pemikiran yang baik dan dalam kondisi yang baik.

Tidak ada bisnis yang berjalan mulus, bahkan pelaku bisnis yang memiliki modal yang banyak sekalipun akan terus dihadapkan dengan persoalan-persoalan ketika menjalani bisnisnya. Akan ada saat di mana kita akan merasa kesulitan menghadapi bermacam kendala di dalam bisnis kita, namun begitulah proses sebuah bisnis agar bisa berkembang dan semakin kukuh.

Jika berada di kondisi sulit, coba bayangkan kembali cita-cita kita, komitmen dan juga semangat ketika awal kita akan memulai bisnis, berapa banyak waktu yang sudah kita gunakan sejak memulai, berapa banyak pikiran yang kita fokuskan bahkan terkadang ada kendala dalam proses yang membuat waktu istirahat kita menjadi berkurang, berapa banyak rupiah yang kita keluarkan untuk menjalani bisnis ini agar terus-menerus tumbuh dan semakin baik. Dengan begitu, proses bisnis clothing line yang sudah kita bangun pertumbuhannya akan berjalan semakin baik. Sebenarnya, justru setiap kendala yang kita hadapi merupakan alat untuk menciptakan formula di bisnis kita.

Sebagai istri dan ibu yang memiliki tanggung jawab di rumah, ketika memulai bisnis kita harus menjelaskan kepada keluarga, terutama suami, hal-hal yang akan kita jalani ketika memulai berbisnis, dan apa yang kita butuhkan saat mulai berkomitmen untuk berbisnis.

Di antaranya, kita harus meminta izin kepada suami untuk memulai bisnis kita terlebih dahulu, karena ridha suami adalah surga bagi istri. Karena dengan izin suamilah bisnis kita juga akan menjadi berkah dan lancar. Selain itu, kita harus menjelaskan bagaimana agar kedua belah pihak bisa saling mendukung dan bekerja sama dalam membagi tanggung jawab kita bersama-sama saat di rumah. Karena sepasang suami-istri yang saling mendukung merupakan tim terhebat yang tak akan tertandingi.

Setelah mendapat dukungan dari suami dan anak-anak, kita juga harus menjelaskan tentang bisnis yang akan kita jalani kepada orang-orang terdekat seperti orang tua dan keluarga. Karena di masa datang, saat proses menjalankan bisnis, doa dan dukungan semangat dari mereka inilah yang selalu kita butuhkan.

Ada kalanya mereka memaklumi dan memahami dengan kondisi dan waktu kita, dan di suatu masa kita akan membutuhkan pertolongan keluarga untuk menjaga anak-anak. Selain itu, dengan dukungan keluarga kita membekali semangat dalam menjalani bisnis kita. Dan bukankah membuat bangga orang-orang yang kita cintai, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kita?

 

Yang Dibutuhkan untuk Memulai

Ketika kita memutuskan untuk memulai bisnis clothing line, hal yang paling penting sekali adalah menyiapkan modal awal usaha dan mengatur keuangan kita sebaik mungkin. Jika kita mampu menghemat pengeluaran pribadi yang tidak begitu perlu, ini merupakan salah satu langkah yang baik untuk tetap menjaga kondisi keuangan agar tetap stabil demi dapat mendukung bisnis clothing line yang kita dijalani.

Bekerja dari rumah di awal memulai bisnis clothing line merupakan salah satu cara yang baik untuk bisa menghemat uang dan waktu.

#1 – Tempat Bekerja

Kita butuh tempat untuk bekerja. Setidaknya, sebuah meja kerja atau tempat kita yang kita siapkan khusus di rumah kita. Tidak perlu dulu mesti mendekor ruangan berlebihan hingga mengeluarkan biaya. Hal ini sangat tidak perlu saat kita baru memulai bisnis clothing line. Ingat kita baru memulainya!

Akan banyak sekali uang yang kita butuhkan nanti untuk membuat bisnis terus bertumbuh. Kita harus tahu dalam saat awal membangun bisnis clothing line, jumlah uang yang masuk akan lebih sedikit sedangkan jumlah uang yang keluar akan lebih banyak.

Cukup memiliki tempat kerja dengan peralatan yang diperlukan.

Menyiapkan tempat bekerja Ini penting sekali. Banyak desainer yang bekerja di rumah namun tidak terlalu memikirkan hal ini, dia berpikir bisa bekerja di semua spot rumah, ada yang di dapur, di ruangan keluarga, di tempat tidur bahkan di meja makan. Untuk sketching sih tidak apa-apa, namun untuk pekerjaan urusan lainnya hal ini kurang baik dilakukan, karena meskipun kita bekerja di rumah, kita harus bisa bekerja secara disiplin dan profesional, di tempat kerja dan di jam yang kita sediakan untuk bekerja. Dengan begitu, keluarga pun akan paham kita butuh waktu khusus bekerja saat kita berada di ruang kerja kita. Dan saat kita berkumpul di ruang keluarga kita tidak melewatkan waktu berkumpul bersama keluarga.

Adakalanya pekerjaan kita dikejar deadline, dan di saat bersamaan pekerjaan rumah pun bisa lebih banyak daripada biasanya misalnya piring kotor yang belum dicuci, pakaian yang belum dicuci, kemudian kita memaksakan melakukan pekerjaan untuk bisnis sambil menyelesaikan pekerjaan di dapur atau kita bekerja di meja makan ini tentu saja berpengaruh terhadap pekerjaan dan hasilnya. Kita bisa mengalami stres secara visual dan juga pikiran. Selain itu, juga akan tertekan, sehingga kita tidak bisa bekerja secara maksimal. Dengan kondisi ini bagaimana mungkin kita bisa menghasilkan dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik? Mustahil.

Kemudian, kelebihan jika kita benar-benar menyiapkan spot bekerja, ketika kita tengah bekerja seperti sketching atau analisis bisnis, dan kita meninggalkan pekerjaan kita di meja kerja untuk dilanjutkan esok harinya.

Besok harinya setelah kita menyelesaikan pekerjaan rumah, dan kembali mengurus pekerjaan clothing line, semua yang kita kerjakan kemarin tetap akan ada seperti kemarin di meja kerja kita. Dan kita hanya tinggal melanjutkan saja.

Ini memudahkan kita untuk menjadi efektif.

#2 – Peralatan

Sebagai pebisnis clothing line, dan sekaligus desainer, ada beberapa hal yang dibutuhkan:

  • meja kerja;
  • komputer, printer, scanner, dan telepon;
  • peralatan gambar untuk desain dan sketching;
  • papan untuk moodboard untuk di isi ide-ide inspirasi desain untuk membangun koleksi desain;
  • peralatan jahit untuk sample produksi;
  • Jika kita juga melakukan proses pembuatan dan pemotongan pola produk di rumah, berarti kita juga harus menyiapkan peralatan dan space untuk itu.

 

Selain itu, kita butuh tempat atau rak untuk menyimpan stock produk. kita harus menyiapkan gudang atau rak untuk tempat penyimpanan stock dengan baik, ini berguna agar pekerjaan kita menjadi lebih efisien. Dengan begitu, sewaktu-waktu kita bisa dengan mudah dalam pengecekan stock, menghitung stock dan mengambil stock pesanan customer.

Selanjutnya, buku catatan.

Penting untuk menyiapkan dan terus mencatat semua tentang pekerjaan clothing line di dalam buku catatan.

Saat memulai bisnis, mungkin kita masih menjalani sendiri tanpa staf yang membantu kita, kita harus selalu mencatat semua yang telah kita lakukan, yang sedang kita lakukan dan daftar yang akan kita lakukan.

Harga material dan biaya produksi, semua pengeluaran, pemasukkan, urusan kegiatan bisnis lainnya semua harus tercatat dengan baik. Ini memudahkan pekerjaan kita dan membuat kita lebih terstruktur dalam bekerja.

#3 – Website

Setelah kita mempunyai produk, kita juga harus menyiapkan tempat untuk menjual. Untuk menjual secara online kita membutuhkan website.

Website yang baik adalah website yang mudah diakses dan dimengerti oleh konsumen yang ingin melihat dan berbelanja produk kita, ini sangat di perlukan.

Meskipun kita mampu mendesain produk yang bagus, menghasilkan produk dengan kualitas yang terbaik, namun jika kita tidak mempunyai tempat untuk memajang koleksi, produk kita yang bagus itu tidak akan pernah diketahui dan dikenal oleh siapa pun.

Untuk itu, diperlukan tempat untuk memajang produk kita secara online. Jika kita belum mempu membuat sebuah website yang baik, kita dapat juga menggunakan blog gratis. Atau kita juga dapat bekerja sama dengan market place website lain, atau pun bergabung dengan e-commerce lain agar katalog produk-produk kita bisa dipajang secara online, dan dipromosikan hingga di beli dan sampai ketangan konsumen.

#4 – Merek

Nama yang baik adalah awal sebuah merek yang baik. Merek yang baik akan mudah diingat dan dikenal oleh calon konsumen dalam mengenal produk-produk yang kita tawarkan.

Sebuah nama merek yang baik sangat penting untuk menguatkan identitas merek di dunia industri fesyen. Kita harus memikirkan nama merek yang sesuai dengan produk yang kita hasilkan, dengan pasar, dan dengan identitas produk Anda.

Selain itu, logo sangat penting. Logo yang baik akan memberikan imej yang baik. Karena logo salah satu strategi marketing yang sangat kuat, tidak hanya bentuk, namun logo merupakan presentasi brand dan komunikasi brand terhadap customer.

#5 – Mencari Partner Kerja

Untuk awal memulai, kita harus mencari tempat jahit/produksi yang bisa bekerja sama dan men-support terus kegiatan produksi clothing line kita atau kerja sama ke tempat konveksi. Keunggulannya, kita tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk menyiapkan tempat khusus produksi, kita hanya butuh mengontrol jalannya produksi. Kelemahannya, desain kita bisa sampai ke mana-mana sebelum produk kita jadi, dan kita tidak bisa dengan pasti menetapkan target produksi produk selesai dengan jumlah yang banyak.

Juga, kita harus menyiapkan biaya ekstra untuk selalu memantau jalannya produksi karena tidak berada di satu atap dengan kegiatan lain di dalam clothing line kita.

Jika clothing line sudah semakin besar kita perlu memikirkan untuk menyiapkan rumah produksi clothing line, dengan mempekerjakan penjahit sendiri. Agar proses produksi berjalan dengan baik dan bisa mengejar targer produksi dengan tepat waktu.

 

 

 

 

TUJUH

Menaklukkan Pasar

 

Menentukan target pasar yang baik, akan membuat bisnis berjalan lancar dan tepat. Jika kita mampu mencari customer yang tepat sesuai target dan produk yang kita ciptakan, nantinya keuntungan lain yang akan didapatkan adalah customer tersebut secara tidak langsung akan membantu untuk mengenalkan produk kita ke calon customer lain.

Dalam mementukan target pasar, perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu, yang harus ditentukan di antaranya:

  • Siapa customer yang menjadi target produk Anda?
  • Bagaimana keseharian dan aktivitas mereka?
  • Pekerjaan mereka apa?
  • Mereka lebih sering mengenakan pakaian seperti apa?
  • Berapa kira-kira kemampuan atau budget mereka untuk bisa membeli produk pakaian yang Anda tawarkan?
  • Di mana mereka sering berbelanja ?
  • Brand apa yang sering mereka kenakan?
  • Bagaimana personality mereka?
  • Dan lainnya ….

Semakin banyak kita menggali, semakin bagus untuk brand dalam menciptakan produk yang tepat.

Setelah itu, perlu lakukan beberapa analisis seperti berikut:

  1. Bagaimana kondisi pasar saat itu dan bagaimana pesaing brand
  2. Bagaimana strategi Anda agar dapat mencuri perhatian calon customer sejak brand kita pertama kali muncul.
  3. Bagaimana pendistribusian produk yang paling terbaik bisa dilakukan agar bisa sampai ke tangan

 

Business Plan

Penting sekali membuat business plan, agar bisnis kita lebih terarah. Business plan dibuat agar kita tahu bagaimana bisnis akan berjalan.

Tujuan dari business plan adalah sebagai penghubung antara ide dan kenyataan, serta memberikan gambaran yang jelas dari apa yang hendak dilakukan oleh pebisnis. Selain itu, kita bisa memberikan business plan tersebut kepada calon investor untuk mendapatkan bantuan dana.

Apa saja yang diperlukan dalam membuat business plan?

  1. Latar belakang perusahaan

Berisi profil perusahaan, sejarah berdirinya perusahaan, siapa yang mndirikan, siapa yang bertangung jawab terhadap perusahaan, bagaimana pengembangan perusahaan ke depan (lokasi), produk yang dihasilkan (produk apa, manfaat produk, keunggulan produk), dan penjelasan tentang usaha yang dijalankan.

  1. Analisis pemasaran

Mulai dari konsumen, profil konsumen, karakteristik konsumen, kondisi pasar saat ini, tingkat persaingan bisnis, strategi penjualan, strategi produk, pelayanan, strategi promosi, dan strategi harga produk.

  1. Analisis produk

Ini merupakan bagian detail dari produk Anda, mulai dari produk yang Anda hasilkan, bagaimana pesaing produk, kelemahan pesaing, hingga menganalisis persiapan produk dari mulai bahan baku, pertimbangan harga bahan baku, tahap produksi sampai menjadi produk.

  1. Analisis manajemen

Ini dimulai dari struktur organisasi perusahaan, jumlah karyawan, pembagian keja karyawan dan keahlian, bagaimana sistem penggajian dan tunjangan karyawan.

  1. Analisa keuangan

Adalah analisa kondisi keuangan saat ini, proyeksi keuangan di masa depan. Perkiraan pendapatan, modal yang dimiliki saat ini, dana yang dibutuhkan serta biaya operasional mulai dari harian, bulanan dan tahunan.

 

Alur Proses Produksi Hingga Produk Siap Dijual

  1. Penelitian

Ini dimulai dari melihat tren saat ini, kemudian warna apa saja yang ingin ditampilkan, bagaimana bentuk produk (bentuk pakaian, bagian lengan, bisa dari referensi bentuk dasar pakaian yang sudah ada sebelumnya, inspirasi majalah, bisa juga model bangunan, dan sebagainya). Semua inspirasi ini disiapkan agar kita dengan mudah mendesain, dan fokus dalam desain yang ingin kita buat.

  1. Desain produk

Dalam mendesain produk kita fokus berdasarkan moodboard yang sudah kita tentukan, dan desain mesti disesuaikan dengan style brand kita agar ciri khas produk semakin kuat.

  1. Belanja bahan baku

Bahan seperti kain, kancing dan lainnya untuk dibuat contoh produk.

  1. Pola pakaian

Ini tahapan membiat membuat pola pakaian

  1. Membuat sampel produk
  2. Revisi sampel

Ketika sampel sudah dibuat, mungkin di tahapan ini kita membutuhkan waktu untuk melakukan beberapa revisi sampai produk yang ingin kita buat sesuai keinginan.

  1. Final sampel

Tahap di mana semua sampel produk sudah siap.

  1. Memilih dan memutuskan produk yang akan ditampilkan

Perlu mempertimbangkan kembali, produk mana saja yang benar benar layak kita buat dan masuk ke dalam koleksi, pertimbangannya misalnya: bentuk akhir apakah sudah sesuai, apakah akan menjadi produk yang dicari, dan sebagainya.

  1. Order bahan baku untuk produksi

Tahapan ini kita mulai belanja bahan baku untuk produksi.

  1. Produksi dan pengembangan produk

Kita bisa membuat dengan variasi warna, dan pilihan size (S,M, L, XL) atau memang dibuat all size.

  1. Produksi stok

Produksi produk untuk stok dijual.

  1. Kontrol kualitas produk

Apakah ada yang cacat produksi atau ada kekurangan dan sebagainya mengikuti standar yang ada.

  1. Membuat katalog produk

Jika kita menjual online atau kebutuhan promosi, produk perlu dibuat katalognya.

  1. Distribusi produk

Misalnya ke reseller, stockist dan toko kita.

  1. Packaging dan pengiriman

Maksudnya adalah, bagaimana bentuk packaging atau kemasan yang kita harus siapkan mulai dari label, hangtag, kemasan dan box mengirimkan produk, dan bagaimana sistem pengirimannya.

 

Strategi Harga

Strategi harga merupakan salah satu bagian dari marketing. Sebelum menetapkan harga perlu dikaji beberapa hal berikut:

  1. Nilai jual dari merek Anda.
  2. Harga kompetitor dengan produk sejenis.
  3. Harga yang sudah ada.
  4. Kualitas produk Anda (konsumen akan mau membayar lebih untuk produk yang memang lebih baik).
  5. Harapan pelanggan (apakah harga mereka pikir harga yang ditawarkan wajar).
  6. Bagaimana tujuan Anda terhadap branding produk Anda.
  7. Bagaimana biaya produksi Anda.
  8. Bagaimana reaksi pesaing Anda dengan strategi harga Anda.

Referensi:

  • Hijabrepeneur, Silka Mitrasari
  • Majalah Concept tentang Distro

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.