peluang bisnis online

Mau Sukses? Ini Dia 14 Peluang Usaha Online Terbaik Plus 40 Karakter dari Miliarder Sukses

PELUANG USAHA ONLINE — Di erat internet seperti sekarang ini, tentu suatu hal yang bodoh bila kita tidak memanfaatkan internet untuk mencari uang. Nah, di sinilah Enxyclo membuat artikel ini, yakni untuk memberikan gambaran yang luas kepada Anda, bahwa ada banyak cara untuk mendapatkan uang — yang bahkan dengan modal sangat-sangat minim dan beberapanya bahkan memiliki modal nol rupiah — yang bisa Anda lakukan dan wujudkan mulai sekarang.

1 — Peluang Usaha Online Lewat Google Adsense

Pada dasarnya, peluang usaha online lewat Google Adsense adalah model bisnis yang membutuhkan kesabaran. Bagaimana tidak, Anda harus membuat blog terlebih dahulu, lalu mengisinya dengan konten-konten berbasis keyword. Dengan begitu, traffic blog Anda akan naik dan Anda akan mendapatkan pendapatan dari Google Adsense tersebut.

Apa itu Adsense? Yaitu sebuah program dari Google dengan nama lengkapnya adalah Google Adsense, yang ingin mendapatkan tambahan uang dari internet dengan cara memasang iklan di blog mereka. Cara kerjanya adalah: iklan yang diberikan oleh Google Adsense ke blog Anda adalah iklan-iklan yang berhubungan dengan konten dari blog Anda tersebut. Untuk mengikuti program ini adalah gratis, sehingga siapapun dapat mendaftarkan blognya. Akan tetapi, Google berhak menentukan siapa yang bisa menjadi rekanannya dan siapa yang tidak.

Darimana dapat duitnya? Banyaknya penghasilan Anda nantinya bergantung kepada kesesuaian isi blog Anda dengan iklan, banyaknya klik pada iklan tersebut, dan peraturan lainnya. Intinya, semakin traffic Anda besar, akan semakin besar pula pendapatan Anda.

Beberapa peraturan dari Google Adsense yang perlu Anda tahu adalah: (1) Jangan pernah mengklik link iklan Adsense Anda sendiri. Nggak usah curang, deh. Google is smarter than you, of course; (2) Jangan menyuruh orang lain untuk mengklik iklan yang ada di blog Anda, biarkan berjalan natural saja; (3) Jangan memasang Adsense di blog dengan konten dewasa dan penuh kekerasan; (4) Jangan juga memasang Adsense di blog yang nggak ada isinya.

Nah, itulah pengetahuan dasar yang perlu Anda tahu. Sedangkan beberapa trik agar berhasil di bisnis Google Adsense adalah:

  • Miliki mindset bahwa membuat blog dan memonetizing-nya lewat Adsense adalah investasi jangka panjang, yang mungkin baru akan Anda nikmati dua atau tiga tahun kemudian. Jadi, jangan berharap banyak untuk menikmatinya dalam waktu dekat. Akan tetapi, sekali Anda menikmati hasilnya, Anda akan mendapatkan puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Jadi, milikilah mindset untuk bersabar dan punyailah motivasi yang bagus, ya.
  • Jadilah berbeda. Menjadi sedikit berbeda itu lebih baik daripada menjadi sedikit lebih baik. Caranya misalnya adalah membuat konten yang dibutuhkan pembaca dengan sedikit sentuhan personality Anda sendiri. Atau, memasukkan unsur canda dalam setiap postingan Anda. Intinya, jadilah unik dan sesuai dengan gaya Anda sendiri, sehingga orang mudah mengenali bahwa itu adalah konten Anda. Sapi yang berwarna ungu akan lebih kelihatan di tengah belantara sapi berwarna putih dan hitam, bukan? Teknik ini diajarkan oleh Seth Godin.
  • Jangan membahas apa yang sudah dibahas oleh ribuan blogger lainnya. Misalkan kata kunci “peluang usaha modal kecil”. Kata kunci itu sudah dibahas ribuan blogger dan isinya yang itu-itu saja. Jika memang harus membahas hal tersebut, carilah sudut pandang yang lainnya yang lebih unik dan kalau bisa: lebih unik, lebih lengkap, lebih bagus, dan lebih keren.
  • Pertahankan audiens. Mendapatkan traffic besar bisa diupayakan dengan lebih mudah asalkan kita membuat konten yang memang benar-benar bermutu. Akan tetapi, mengusahakan agar audiens balik lagi ke blog kita adalah pekerjaan lain yang membutuhkan sentuhan strategi yang lebih bagus. Buatlah konten yang ingin dibaca oleh manusia, bukan robot. Sajikan gaya bahasa yang enak, elemen grafis yang mendukung, dan hal-hal yang membuat pembaca menjadi nyaman untuk menikmati konten yang kita buat.
  • Jangan lupa berpromosi. Membuat konten berkualitas membutuhkan waktu. Berpromosi membutuhkan strategi tertentu. Jadikan kedua hal tersebut seimbang, ya. Beberapa cara berpomosi yang asyik adalah sebagai berikut: (1) Bergabunglah ke Facebook Group tertentu, dan sesekali postinglah artikel dari blog Anda; (2) Guest post ke beberapa media yang sudah memiliki banyak audiens; (3) Gunakan sedikit bujet untuk mengiklankan artikel kita di FB Ads; (4) Pastikan konten Anda SEO friendly dan teroptimasi dengan baik; (5) Buatlah artkel hasil interview, karena bisanya menarik banyak pengunjung apalagi bila sumbernya terkenal; dan (6) Perbanyak artikel berupa sharing opini dan pengalaman pribadi, karena jenis konten seperti ini lebih menarik pembaca.
  • Tawarkan value tertentu ke pembaca. Jangan berharap mendapatkan traffic bagus kalau Anda tidak menawarkan value apa pun ke pembaca.
  • Terakhir, konsisten dan fokus. Percayalah, tak ada yang bisa mengalahkan kedua hal tersebut, karena memang hanya itulah syarat terbesar untuk sukses.

Situs-situs besar seperti Wikihow, bahkan seratus persen mendapatkan labanya hanya dengan memasang Google Adsense! Dan jumlah pendapatannya bukan lagi puluhan juta atau ratusan juta, akan tetapi — bila dirupiahkan — sudah miliaran rupiah! Silakan membaca cerita tentang perjalanan bisnis Wikihow di SINI.

Bagaimana, sudah tercerahkan? Selamat berbisnis Google Adsense, ya

2 — Peluang Usaha Online dengan Cara Membuat Blog Lalu Menjual Ebook Buatan Anda Sendiri

Masih bingung dengan contoh tersebut? Misalkan begini. Saya membuat website dengan nama saya sendiri dengan domain fachmycasofa.com. Nah, di website tersebut, selain saya menulis konten-konten tentang dunia penulisan, penerbitan, dan digital marketing, saya juga membuat sebuah halaman untuk berjualan ebook.

Tak banyak, hanya satu saja, yakni ebook dengan judul Penulis Pemula Menaklukkan Penerbitan. Di sinilah saya membuat landing page yang akan membuat pengunjung tak kuasa untuk menolak ebook tersebut. Ebook tersebut saya jual Rp110.000 saja. Tak usah mahal-mahal, karena saya mengejar faktor kalinya. Bayangkan bila ebook yang hanya berharga Rp110.000 dibeli oleh sebanyak 500 orang, maka tinggal kalikan saja. Bagaimana bila dalam satu hari terjual sebanyak 10 saja, maka kalikan dengan 30 hari dan satu tahun.

Nah, itulah caranya. Anda membuat website, lalu menjual ebook Anda sendiri di sana. Gampang, kan?

3 — Peluang Bisnis Online dengan Menjual Konten Premium

Idenya adalah begini. Anda membuat blog, lalu mengisinya dengan konten-konten bermutu. Katakanlah jumlahnya sekitar 20 konten. Lalu, Anda juga membuat konten yang lebih lengkap, lebih panjang pembahasannya, dan lebih baik daripada konten yang Anda gratiskan tersebut.

Lalu, bila audiens ingin membaca konten spesial nan premium tersebut, audiens harus membayar sejumlah uang tertentu.

Dengan model bisnis seperti ini, Anda juga secara otomatis membangun passive income. Bayangkan, Anda hanya membuat konten sekali, dan berkali-kali orang akan rela membayar Anda untuk membaca konten premium tersebut.

Menarik, bukan? Tertarik mencoba? Atau, kalau masih bingung, bisa tinggalkan opininya di kolom komentar atau menghubungi kami untuk brainstorming. Kami sangat terbuka, kok.

4 — Peluang Bisnis Online dengan Cara Menjual Sponsored Post

Suatu hari, saya dihubungi oleh seseorang lewat email yang menanyakan apakah saya bersedia untuk memposting artikel yang telah mereka buat dan artikel itu diposting di blog saya. Sebagai gantinya dari ketersediaan saya, mereka membayar Rp200.000 untuk satu artikel.

Karena artikelnya hanya berupa artikel pendek tentang potensi wisata daerah tertentu dengan iklan sebuah hotel yang terselubung di dalam artikel tersebut, saya mengiyakan, karena lumayan uang yang didapat.

Nah, hal itu juga bisa menjadi sebuah inspirasi dari peluang bisnis online. Makanya, Anda memang harus bikin blog, agar bisa digunakan untuk banyak hal.

Untuk sebuah blog dengan traffic yang lebih tinggi dan audiens yang lebih banyak, pasti memiliki harga yang lebih tinggi.

5 — Peluang Usaha Online dengan Cara Paid Review

Nah, berbeda dengan artikel yang sudah disediakan di atas sebagai sponsored post, suatu hari saya juga dihubungi oleh tim marketing dari sebuah hotel terkenal di Solo yang menanyakan kesediaan saya untuk menginap di hotel mereka secara gratis dan sebagai gantinya saya mendapatkan uang saku dan harus menuliskan review selama menginap di hotel tersebut di blog. Maka, jadilah postingan INI.

Nah, enak, kan.

6 — Peluang Usaha Online dengan Membuat Theme WordPress dan Menjualnya Lewat Idaff & ThemeForest

Untuk Anda yang jago ngoding dan mendesain sebuah website, manfaatkanlah kesempatan tersebut untuk membuat theme WordPress. Peluangnya sangat besar, karena setiap orang sekarang ingin memiliki website, entah itu berupa blog maupun toko online, dan rata-rata menggunakan WordPress.

Teman saya, Mas Andra Yogi, membuat theme WordPress khusus untuk toko online yang terasa lokal dan khas Indonesia yang bernama Cepatlakoo. Theme ini laris-manis. Bayangkan saja, satu theme-nya dijual dengan harga Rp499.000 dan pembelinya lebih dari 500 orang hanya dalam waktu satu minggu ketika dibuka penjualannya. Tinggal kalikan saja, ya!

Akan tetapi, untuk memasuki industri ini, Anda juga harus pintar memilih theme WordPress seperti apa yang sekiranya dibutuhkan oleh banyak orang dan akan digunakan oleh banyak orang. Salah satu kecerdasan itu adalah sebagaimana yang dicontohkan oleh Mas Andra Yogi dengan theme Cepatlakoo-nya tersebut. Dengan pasar olshop yang sedang menjamur, makanya theme ini menjadi primadona dan banyak digunakan oleh para olshopper.

Mas Andra Yogi menjualnya lewat Idaff. Apakah Anda tahu apa itu Idaff? Idaff adalah sebuah marketplace lokal alias bikinan anak Indonesia (founder-nya adalah Sunil Tolani, teman baik saya) yang memiliki pasukan affiliate marketer. Artinya begini: ketika kita memasukkan produk (biasanya berupa produk digital) ke Idaff, maka secara otomotas akan dihubungkan kepada affiliate marketer yang sudah mendaftar menjadi rekanan mereka.

Dengan kata lain, kita tinggal memasukkan barang, dan BOOM! Kita menunggu untuk mendapatkan laporan penjualan. Mudah, kan? Lalu, darimana untungnya Idaff.com? Dengan mengambil selisih beberapa persen dari setiap produk yang terjual. Adil, kan?

Untuk marketplace luar yang menjual theme WordPress adalah ThemeForest. Anda bisa memanfaatkan marketplace ini untuk berkreasi sebanyak mungkin menciptakan theme WordPress. Ada begitu banyak variannya, seperti website untuk blog, toko online, portofolio, perusahaan, dan sebagainya. Semuanya ada penggemarnya sendiri-sendiri. Dan terpenting, marketplace seperti ThemeForest ini memiliki pangsa pasar seluruh dunia! Dan terpenting, bayarannya dolar! Jadi, ketika kurs dolar naik atas rupiah, ya Anda malah ikut untung. Enak, kan? Selain itu, berpotensi besar menjadi kanal passive income Anda karena hanya perlu membuat theme sekali, dan pembelinya berkali-kali! Itulah enaknya menjual produk digital yang digunakan oleh banyak orang.

Tertarik mencoba?

7 — Peluang Usaha Online dengan Menulis

Jangan salah, walaupun menulis ini adalah kemampuan yang kelihatannya biasa-biasa saja, sebenarnya memiliki potensi income yang besar. Banyak sekali peluang dari kemampuan menulis ini. Untuk memperdalamnya, ada beberapa hal yang perlu kamu pelajari, yakni kemampuan menulis dan kemampuan editing. Dengan mempelajari kedua hal tersebut, kamu akan memiliki kemampuan merangkai kata yang baik.

Lalu, di manakah kemampuan ini bisa dimanfaatkan?

(a) Membuka jasa penulisan artikel konten website

Jadi begini. Perusahaan-perusahaan itu, mereka butuh artikel di bagian blog dari website mereka. Nah, mereka tidak mungkin mengerjakan itu sendiri. Mereka butuh penulis. Bayarannya lumayan, loh. Anda bisa melihat contohnya DI SINI. Mulai dari Rp130-an ribu per artikel hingga mencapai Rp1.5 juta!

(b) Membuka jasa penulisan biografi

Wah, terlalu berlebihan? Tidak. Jasa penulisan biografi ini pasarnya banyak dan duitnya gede semua. Uniknya, bisa dilakukan sebagai usaha sampingan! Coba lihat contoh jasa penulisan biografi ini. Uang yang dihasilkan bisa mencapai puluhan juta! Padahal, cuman modal wawancara dan menulis doang, loh!

Nah, dalam ranah usaha sampingan penulisan biografi ini, ada tiga jenis, yakni

Biografi, yakni kisah hidup yang ditulis mengenai suatu profil sejak lahir hingga meninggalnya. Penulis kisah hidup biografi dituntut memiliki kemampuan menarasikan runtutan cerita yang tetap enak dibaca walau berdasarkan data-data yang luar biasa banyak. Kemampuan untuk mengemas hasil akhir konten keseluruhan, baik teks, foto, maupun kesan-kesan dari para sumber tambahan untuk ditambilkan sebagai testimoni juga turut menjadi perhatian.

Autobiografi, yaitu menyajikan kisah hidup sejak lahir hingga masa sekarang. Pada kisah hidup genre ini, saya akan lebih fokus dalam pengembangan narasi struggling tokoh terkait dan value of life apa yang bisa dihadirkan untuk pembelajaran bagi pembaca.

Memoar, yaitu cerita tentang tokoh kala berada pada jabatan tertentu atau posisi penting tertentu sehingga layak untuk dikisah hidupkan dalam bentuk buku. Kiprahnya yang hanya dalam beberapa tahun tersebut disajikan untuk memberikan keterangan tentang keadaan sebenarnya kepada publik apa saja yang telah dilakukannya, atau untuk memberikan informasi penting yang bisa jadi selama ini bertolak belakang dengan apa yang sudah diberitakan di media.

Tujuan dari dituliskannya kisah hidup dalam beragam genre tadi beragam, ada yang hanya untuk konsumsi lingkungan keluarga dan orang-orang terdekat saja dan dibagikan ketika momen penting seperti ulang tahun pernikahan, ulang tahun keluarga besar, atau yang lainnya. Akan tetapi, ada juga yang untuk digulirkan kepada publik. Namun, semua memiliki satu kesamaan: yakni berbagi nilai hidup dan pelajaran apa yang bisa diambil bersama.

( c) Bergabung ke marketplace yang membutuhkan jasa penulis

Seperti SRIBULANCER atau PROJECTS.CO.ID. Di sana banyak yang membutuhkan artikel-artikel untuk website mereka. Bahkan, ada yang sekali project langsung memberikan orderan hingga 40-an artikel. Kalau satu artikel dibayar misalkan Rp50.000, maka kalikan saja 40. Sudah cukup sebagai usaha sampingan, bukan? Di samping itu, Bila kamu ingin menekuni usaha sampingan sebagai jasa penulis website apalagi yang mengandalkan SEO, maka yang harus kamu pelajari adalah tentang SEO dan cara merangkai kata yang baik.

8 — Peluang Usaha Online dengan Desain Grafis

Punya kemampuan mengoperasikan software desain seperti CorelDraw, Adobe Photoshop, Adobe InDesign, atau Adobe Illustrator? Nah, pergunakan kemampuan tersebut untuk membuka jasa desain grafis. Hasilnya malah bukan kategori lumayan, namun memiliki income yang besar loh, walau hanya membutuhkan kemampuan mendesainmu. Status kliennya memang bukan kelas kakap yang akan membayarmu ratusan juta, akan tetapi cukuplah untuk menutup biaya gaya hidupmu dalam sebulan. Sebagai contoh penawaran jasa desain grafis, bisa kamu tengok DI SINI. Coba lihat, hasilnya lumayan kan sebagai usaha sampingan? Bahkan, berpotensi menjadi bisnis utama kalau kamu berencana resign dalam waktu dekat.

Cara pemasaran dari usaha sampingan ini aadlah sebagai berikut:

  • Iklanlan lewat media sosial. Instagram dan Facebook paling efektif karena memberikan porsi untuk iklan visual yang besar.
  • Bergabung ke marketplace untuk freelancer. Untuk yang lokal ada di Sribulancer dan Projects. Sedangkan untuk luar negeri ada 99Design dan Fiverr.
  • Buatlah website yang memuat portofoliomu.
  • Buat akun Instagram yang khusus untuk mengunggah hasil karyamu.
  • Konsistenlah dalam berkarya dan menghasilkan produk yang berkualitas. Hasil selalu menyesuaikan usaha yang kamu gulirkan.

9 — Peluang Usaha Online dengan Dropship

Nah, inilah jenis usaha sampingan tanpa modal yang bisa menghasilkan income besar juga yakni dropship. Sebutan lain untuk bisnis ini adalah “reseller tanpa modal”. Iya, beneran. Bisnis ini memang konsepnya “tanpa modal”.

Makanya, dalam usaha sampingan tanpa modal, bisnis dropship perlu saya masukkan karena peluangnya sangat besar namun menghasilkan income yang tak sedikit dan relatif mudah dilakukan oleh siapa saja, baik mahasiswa maupun ibu-ibu rumah tangga. Hal ini tak lain dan tak bukan karena adanya internet yang makin memudahkan kita untuk melakukan promosi dengan sangat murah dan tertarget.

Pada dasarnya, seorang dropshipper adalah seorang perantara. Tugasnya adalah mempertemukan antara supplier alias pemilik barang dengan calon buyer atau calon pembeli.

Semudah itu dan sesimpel itu.

Jadi, tugas Anda hanyalah mencari supplier yang melayani sistem dropship, kemudian tugas Anda hanyalah mencari calon pembeli, yang bisa Anda lakukan lewat Instagram, Facebook, WhatsApp, Line, dan media sosial lainnya. Murah, mudah, dan menguntungkan!

Bayangkan, Anda bisa berjualan online tanpa harus memiliki stok di tempat Anda. Barang akan dikirimkan oleh supplier kepada pembeli dan dikirimkan atas nama pengirimnya adalah Anda! Tanpa Anda repot mengepak pesanan, tanpa repot mengirim sendiri, semua sudah diurusi oleh supplier Anda. Tugas Anda hanyalah mencari pembeli yang semuanya bisa Anda lakukan bahkan sambil selonjoran di kamar atau sambil nonton drama Korea kesukaan. Yah, Anda hanya perlu mencari calon pembeli lewat media sosial! Mudah, murah, dan yah, menguntungkan banget!

Banyak orang telah berhasil mencicipi lezatnya bisnis model ini. Bahkan, kini sudah bukan rahasia lagi, jika seorang ibu rumah tangga bisa menghasilkan 3 sampai 5 jutaan profit bersih per bulan, dan itu dilakukannya hanya menggunakan smartphone dari rumah.

Masa’ Anda tidak tertarik?

10 — Peluang Usaha Online dengan Menjadi Tutor Online

Ada juga usaha sampingan tanpa modal yang menghadirkan guliran income besar, yakni menjadi tutor online. Intinya, Anda menjual kemampuan Anda dan mengajarkan kepada orang lain. Misalkan, Anda memiliki kemampuan menulis, nah bisa membuka kelas menulis online. Misalkan Anda suka fotografi, bisa membuka kelas fotografi dan mengajarkannya secara online. Beberapa platform lokal yang bisa Anda jadikan lokasi untuk menjadi tutor online adalah:

11 — Peluang Usaha Online dengan Menjadi Fotografer Freelance & Jualan Foto

Kamu pasti beranggapan bahwa menjadi fotografer harus MEMILIKI alat fotografi yang harganya selangit, padahal menjadi mahasiswa yang melakukan usaha sampingan justru ingin mendapatkan uang tambahan, bukannya beban hidup tambahan lewat utang. Iya, kan?

Nah, sebenarnya, menjadi fotografer freelance selama masih menjadi mahasiswa tak semengerikan itu. Siapkan saja beberapa berikut ini:

  • Paling pertama yang harus kamu punya adalah skill. Tak harus skill “dewa” seperti Arbain Rambey. Terpenting, kamu memiliki pengetahuan tentang jenis lensa dan kegunaannya, pencahayaan ketika memotret, angle ketika mengambil jepretan, dan hal-hal basic lainnya.
  • Kedua, tawarkan jasamu kepada orang-orang. Siapkan kartu nama ataupun website dan media sosial khusus untuk usaha sampinganmu ini.
  • Ketiga, ketika ada project, kamera bisa pinjam di persewaan kamera. Nah, banyak kan persewaaan kamera. Sebelum mengiyakan tawaran project tersebut, estimasi terlebih dahulu biaya produksi yang kamu habiskan, seperti sewa kamera, biaya transportasi, editing foto, dan sebagainya.
  • Keempat, bila kamu memiliki portofolio akan semakin baik. Hal itu tentu saja untuk menunjukkan kepada klien seberapa jauh kualitasmu.

Ada wejangan yang sangat menarik dari InfoFotografi terkait kamu yang ingin masuk ke usaha sampingan fotografi ini:

Jangan bersaing dengan harga karena selalu ada fotografer yang lebih murah dari kita, lebih baik bersaing dengan kualitas produk dan layanan.

Berapakah duit dari freelance fotografer ini, walaupun kamu masih mahasiswa? Ada tulisan menarik dari Fotodeka yang menerangkan soal ini. Walaupun kasusnya untuk harga di Jogja, tapi nggak masalah, ya. Bisa menjadi bayangan berapa duit yang akan kamu dapat dari menekuni freelance fotografi ini walau masih menjadi mahasiswa. Pemaparan lain yang juga menarik mengenai pemasangan tarif ini ada di artikel INI.

Ada cara lain lagi untuk mendapatkan uang tambahan dari usaha sampingan memotret ini, yakni dengan menjual hasil jepretanmu ke marketplace fotografi, seperti:

Sedangkan jika ingin selalu up to date dengan informasi seputar fotografi, bisa menyimak akun-akun Twitter berikut: @stageID, @irockumentary, @fotografernet, @fotokitanet, @ilightthis.

12 — Peluang Usaha Online dengan Menjadi Penerjemah

Menguasai bahasa asing adalah keunggulan tersendiri. Oleh karena itulah, seharusnya sejak mahasiswa kamu mulai belajar bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Arab, atau China, karena tiga bahasa tersebut banyak sekali digunakan dan juga dibutuhkan, sehingga kamu bisa mendapatkan uang 14 — Peluang Usaha Online dengan Menjadi dari usaha sampingan sebagai penerjemah.

Nah, misalkan dalam contoh menjadi penerjemah bahasa Inggris, kamu bisa menawarkan kemampuan tersebut. Cara paling sederhana adalah dengan menghubungi suatu penerbit dan menawarkan diri menjadi penerjemah buku. Biasanya, penerbit kan menerbitkan buku dari penerbit luar negeri, nah tentu mereka membutuhkan penerjemah. Saat melamar freelance sebagai penerjemah ini, jangan lupa sertakan contoh hasil terjemahanmu, ya.

Lalu, berapa biaya yang harus kamu patok? Kamu bisa menerapkannya berdasarkan tiga kategori utama.

  • Satu, berdasarkan jumlah kata.
  • Dua, berdasarkan jumlah halaman.
  • Tiga, berdasarkan sistem borongan. Biasanya sistem ini digunakan untuk proyek penerjemahan yang jumlahnya cukup banyak dan berulang.

Nominalnya sesuaikan saja dengan kemampuanmu. Bila kamu yakin dan pede, bisa mengajukan harga yang agak tinggi. Akan tetapi, bila hanya untuk sebagai usaha sampingan yang biasa aja, bisa menggunakan “harga kawan”. Toh, kamu masih menjadi mahasiswa, sehingga hal ini bisa menjadi portofolio kami nantinya bila menjadi penerjemah profesional.

Untuk informasi lainnya mengenai jasa penerjemahan ini kamu bisa menuju websiteHimpunan Penerjemah Indonesia. Ada banyak informasi menarik di sana mengenai jasa penerjemahan.

13 — Peluang Usaha Online dengan Menjadi Affiliate Marketer

Inti dari pekerjaan seorang affiliate marketer adalah Anda menjualkan barang orang, dan Anda mendapatkan komisi dari penjualan tersebut. Misalkan, dari satu penjualan produk Anda mendapatkan komisi Rp100.000, bayangkan bila dalam satu minggu Anda berhasil menjualnya sebanyak 500 produk saja.

Beberapa tempat di mana Anda bisa mendaftarkan diri untuk bisnis ini adalah:

Di ranah lokal, ada IDAFF dan RATAKAN yang bisa menjadi tempat Anda mendaftarkan diri sebagai affiliate marketer.

14 — Peluang Usaha Online dengan Membuat Toko Online Sendiri

Nah, ini paling penting. Misalkan nih, saya membuat toko online jualan kaos. Mungkin Anda bertanya, “Ngapaian repot-repot bikin toko online sendiri? Kan bisa jualan di Tokopedia atau Bukalapak?”

Nah, itulah bedanya. Saat kita berjualan di toko online sendiri, kita bisa membuat brand dari bisnis kita menjadi lebih kuat. Hal itu dimulai dari pembelian domain sendiri yang lebih brandable. Selain itu, kita memiliki kontrol penuh, seperti bisa menyetting format pembayaran, menjaring email dari pengunjung dan pelanggan, dan kontrol-kontrol penting lainnya. Kontrol penuh memiliki tingkat urgensitas yang tinggi dalam sebuah bisnis.

Bagaimana, sudah terinspirasi dari peluang usaha online di atas?

peluang bisnis online

Apa Rahasia Membangun Perusahaan yang Sukses?

Rahasia ini dipaparkan oleh Sam Walton, pemilik retail raksasa dari Amerika, yakni WalMart. Apa sajakah rahasia membangun perusahaan yang sukses versi dari Sam Walton? Mari ktia simak.

RULE 1: KOMIT kepada bisnis Anda. Percaya padanya lebih dari siapa pun. Sam pikir dia melampaui siapapun dalam mengatasi hambatan dengan passion yang dibawanya ke pekerjaan. Sam meyakini jika seseorang sangat menyukai pekerjaannya maka orang tersebut akan melakukan yang terbaik yang bisa dilakukannya setiap hari, dan dalam waktu singkat setiap orang di sekitarmu akan tertular kecintaan yang sama.

RULE 2: BERBAGI keuntungan dengan semua rekanan, perlakukan mereka seperti mitra. Sebagai balasannya mereka memperlakukan Anda sebagai mitra, dan bersama-sama mereka akan tampil melampaui harapanmu yang paling liar sekalipun. Tetap sebagai pemilik dan mempertahankan kontrol tetapi bertindaklah sebagai pemimpin yang melayani dalam kemitraan. Dorong rekanan Anda untuk memegang saham perusahaan. Tawari mereka saham dengan harga diskon dan berikan jaminan hari tua dalam bentuk saham. Itu adalah hal terbaik yang pernah dilakukan Wal-Mart bagi rekanannya.

RULE 3: MOTIVASI rekanan Anda. Uang dan kepemilikan saham saja tidak cukup. Secara tetap, hari demi hari, pikirkan hal baru dan cara-cara yang lebih menarik untuk memotivasi dan menantang rekanan Anda. Tetapkan target tinggi, dorong kompetisi. Buat taruhan dengan imbalan yang sangat bagus. Jika sesuatu menjadi basi, tukar kutubnya, perintahkan manager berganti posisi dengan manager lain untuk tetap tertantang. Buat setiap orang menebak-nebak apa yang akan terjadi berikutnya. Jangan mudah ditebak.

RULE 4: KOMUNIKASIKAN segala hal yang bisa Anda lakukan kepada rekanan Anda. Semakin mereka tahu semakin mereka mengerti. Semakin mereka mengerti semakin mereka peduli. Sekali mereka peduli maka tidak ada yang bsia menghentikan mereka. Jika Anda tidak percaya kepada mereka maka mereka tahu bahwa Anda tidak memperlakukan mereka sebagai mitra. Informasi adalah kekuatan, dan manfaat dari memperkuat rekanan Anda dengan informasi lebih baik daripada resiko kebocoran informasi ke pesaing Anda.

RULE 5: HARGAI segala sesuatu yang dilakukan rekanan Anda untuk perusahaan. Pembayaran gaji dan opsi saham membeli satu bentuk kesetiaan. Tetapi semua dari kita suka bila seseorang mengatakan betapa dia menghargai untuk sesuatu yang kita lakukan untuknya. Kita suka mendengarnya sesering mungkin khususnya sesuatu yang sangat membanggakan kita. Tidak ada yang bisa menggantikan beberapa hal yang terpilih dengan baik, waktu yang tepat, kata pujian yang tulus. Semuanya itu gratis tetapi harganya tak ternilai.

RULE 6 RAYAKAN keberhasilan-keberhasilan Anda. Coba belajar mentertawai kegagalan Anda. Jangan perlakukan diri Anda terlalu serius. Rilekslah dan orang-orang sekitar Anda akan rileks. Bergembiralah. Selalu tunjukkan antusiasme. Ketika semuanya gagal, gunakan kostum dan nyanyilah lagu yang konyol. Lalu ajak semua orang bernyanyi bersama Anda. Jangan menari hula di Wall Street karena hal itu sudah dilakukan. Pikirkan sesuatu yang baru, Semuanya akan lebih penting, lebih gembira dari yang Anda pikirkan.

RULE 7: DENGARKAN setiap orang di dalam perusahaan. Temukan cara membuat mereka bicara. Orang yang berada di garis terdepan-mereka yang benar-benar bicara kepada pelanggan-yang mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Sebaiknya Anda cari tahu apa yang mereka ketahui. Inilah hakikat dari kualitas total yang sebenarnya. Untuk mendorong tanggung jawab sampai ke bawah organisasi, dan mendorong ide-ide baik muncul ke permukaan Anda harus mendengar apa yang rekanan Anda coba sampaikan ke Anda.

RULE 8: LAMPAUI harapan pelanggan Anda. Jika Anda lakukan itu maka mereka akan datang kembali dan kembali lagi. Berikan apa yang mereka mau dan sedikit lebih banyak. Biarkan mereka tahu bahwa Anda menghargainya. Ambil kebaikan dari setiap kesalahan Anda dan jangan membuat alasan-mintalah maaf. Bertanggungjawablah untuk setiap yang Anda lakukan. Dua kata paling penting yang dituliskan Sam di papan nama Wal-Mart yang pertama adalah: “Kepuasan Dijamin”. Tulisanitu masih tertempel di sana dan mereka telah membuat perbedaan.

RULE 9: KONTROL biaya-biaya Anda lebih baik dari yang dilakukan kompetitor Anda. Inilah adalah cara menemukan keunggulan bersaing. Selama 25 tahun menjalankan perusahaan jauh sebelum Wal-Mart menjadi peritel nasional terbesar-Wal-mart sudah menjadi peringkat pertama sebagai yang paling rendah dalam hal rasio biaya terhadap penjualan. Anda bisa membuat banyak kesalahan berbeda dan masih mampu menutupinya jika Anda beroperasi secara efisien. Sebaliknya Anda bisa jadi sangat brilian namun tetap gagal dalam bisnis jika Anda sangat tidak efisien.

RULE 10: BERENANG melawan arus. Pergilah ke arah yang berbeda. Abaikan kearifan konvensional yang biasa-biasa. Jika semua orang melakukan hal yang sama maka akan ada kesempatan bagus mendapatkan ceruk pasar dengan melakukan arah yang berlawanan namun bersiaplah digoyang oleh orang-orang yang mengatakan bahwa Anda menuju arah yang salah. Sam memperkirakan, yang dia dengar paling sering daripada apapun juga adalah pernyataan bahwa:kota kecil kurang dari 50.000 penduduk tidak bisa mendukung sebuah toko diskon untuk waktu lama.

Inilah aturan Sam yang sangat biasa, beberapa mengatakannya terlalu sederhana. Memang sederhana, karena bagian tersulitnya adalah secara konstan menemukan cara untuk melakukannya. Anda tidak bisa sukses dengan hanya melakukan satu kali, karena segala sesuatu di sekeliling Anda selalu berubah. Untuk berhasil Anda harus selalu berada di depan perubahan itu.

peluang usaha online

41 Karakter Miliarder Sukses

Dengan latar belakang kuat dan skill yang kita punya, sebenarnya klien tidak sedang membayar kita untuk itu, tetapi membayar atas perjalanan panjang kita sampai ke titik sekarang, atas segala ilmu, atas segala perjuangan, atas segala jerih payah, atas segala apa pun yang kita amati, pelajari, rasakan, dan ingin kita kreasikan.

Jalan hidup memang sering tak bisa kita tebak. Untuk itulah kita harus selalu menyiapkan segala persiapan yang perlu. Lakukan yang terbaik hari ini, di hari depan kita akan bergelimang kebaikan menghampiri.

Jangan menyesali jalan hidupmu. Bila hari ini kita masih berkutat dengan rutinitas yang belum sesuai dengan apa yang kita impikan, suatu saat nanti kita akan meraihnya, asalkan kita terus berusaha menggapai ke tempat yang kita inginkan tersebut.

Beberapa dari kita, pasti pernah harus melalui jalan yang amat jauh dari dunia kreatif yang tengah digelutinya sekarang, namun pada akhirnya, itu justru memperkuat profesi kreatifnya, karena memiliki kekhasan yang teramat sulit untuk ditiru biang kreatif lainnya.

1 — Work Hard, Very Hard

Setiap perusahaan, baik skala besar maupun kecil, selalu memiliki sisi perbedaan dalam usahanya. Entah perbedaan tersebut besar, maupun kecil. Tetapi, tidak ada yang berbeda dalam hal bagaimana perjalanan untuk membuat perusahaan tersebut membesar atau tetap bertahan. Semuanya membutuhkan kerja keras.

Jobs, film apik berkisah tentang tentang Steve Jobs dalam membangun Apple, perusahaan paling keren sejagad, menegaskan hal ini. Di film itu, kita akan merasakan sajian perjuangan hidup Steve Jobs dalam membuat produk pertamanya, menemukan pelanggan pertamanya, menemukan investor, membangun kultur perusahaannya, bahkan hingga memutuskan siapa yang berhak untuk tetap bertahan di Apple dan tidak. Kerennya, Steve Jobs kemudian didepak dari perusahaan yang dia dirikan sendiri, hingga beberapa tahun kemudian dia diminta balik karena Apple sedang berada dalam jurang kebangkrutan, dan kemudian Steve Jobs berhasil mengubah Apple menjadi The Most Valuable Company in The World! Yap, ini kisah nyata, bukan film.

Kita mungkin memang bukan Steve Jobs, tapi dari perjalanan hidupnya membangun perusahaan sekeren Apple, adalah perjalanan zero to hero yang mengajarkan bahwa: membangun bisnis apapun, bahan bakar perjalanannya memang kerja keras.Hard work beats talent when talent doesn’t work hard.

Jadi, sudah bekerja sekeras apa kamu untuk mewujudkan impianmu?

2 — Creativity is Your Basic Work

Dasar kerja creativepreneur adalah kreativitas. Kreativitaslah yang menuntun seorang creativepreneur memulai konsep bisnisnya, kemudian mengeksekusinya menjadi bisnis nyata. Dan saat badai cobaan menjatuhkan bisnisnya, kreativitas pulalah yang membuatnya bangkit lagi. Meracik ramuan kreativitas baru lagi. Siap untuk menggema dan menggemparkan lagi.

“Pebisnis itu seperti seniman,” kata Richard Branson. “Yang kamu hadapi saat memulai sebuah perusahaan adalah kanvas kosong. Kamu harus mengisinya. Persis seperti seniman cakap yang harus menempatkan setiap detail dengan tepat di kanvas, seorang pebisnis harus memastikan semuanya tepat di awal bisnis agar berhasil. Tetapi, tak seperti karya seni, bisnis tak pernah selesai. Bisnis terus-menerus berkembang dan juga tak semudah itu menutupi kesalahan-kesalahan yang kamu lakukan.”

Kreativitasnya menghadirkan keberanian. Bagi para creativepreneur, keberanian untuk mengeksekusi idenya adalah kemutlakan. Orang yang berani mengambil risiko memang mengherankan. Dia menempuh jalan yang orang lain tidak tempuh. Mendaki keterjalan yang orang lain enggan bahkan untuk mendekat. Tetapi, bagi orang-orang yang berani seperti itu, memegang teguh prinsip bahwa: orang berani mungkin memang tak hidup selamanya, tetapi orang yang berhati-hati bahkan tak hidup sama sekali.

3 — Lessons from Jack Ma

Sebagai sosok fenomenal tahun ini, Jack Ma kemudian menjadi perbincangan di mana-mana. Wawancara dengannya menjadi buruan media. Para entrepreneur berebutan belajar darinya. Dan dari semua itu, saya tertarik dengan tiga hal dari Jack Ma. Yaitu cara berpikirnya bagaimana dia bisa sebesar dan sedahsyat seperti sekarang.

Satu, cara berpikirnya tentang pekerjaan

Ketika ditanya, “Apa pekerjaanmu?” Jack Ma secara unik menjawabnya dengan, “My job is to help more people have jobs.” Gendeng! Jawaban seperti itu baru bisa keluar dari orang-orang yang berpikir besar. Atau, dalam kesempatan lain, Jack Ma menjawabnya dengan, “My job is making money, helping other people make money. I am spending money, trying to make sure more peple get rich, because you cannot spend a lot of money, right? So my job is spending money and helping others.”

Atau, dalam kesempatan lain, Jack Ma menjawab dengan lebih greget namun intinya sama, “Help young people. Help small guys. Because small guys will be big. Young people will have the seeds you bury in their minds, and when they grow up, the will change the world.”

Dua, cara bepikirnya tentang apa yang membedakannya dengan orang kebanyakan

Menyadari diferensiasi diri sangat penting, karena itulah kekuatan yang bisa menjadikan kita bersinar di tengah jagat talenta lain di muka bumi ini. “You should learn from your competitor, but never copy. Copy and you die!” kata Jack Ma tentang ini. Nah, bagaimana Jack Ma bisa sukses di dunia startup, padahal dia juga tak memiliki kemampuan mumpuni dalam dunia teknologi. Jawabannya sungguh mengejutkan, “I’m not a tech guy. I’m looking at the technology with the eyes of my customers, normal people’s eyes.”

Tiga, cara berpikirnya tentang visi hidup dan visi bisnis

Ternyata, tujuan Jack Ma bukan menjadi yang terkaya, walaupun dia sudah mendapatkan posisi itu. “I don’t want peple in China to have deep pockets but shallow minds,” kata Jack Ma. Atau, dalam kesempatan lain, dia mengatakan, “I want to change history, do something important in my life, and influence individuals like we have with millions of small businesses on Alibaba. Then they love and respect you because you made their life important.”

Tiga cara berpikir Jack Ma ini patut kita renungkan.

4 — Money VS Happiness

Ternyata, penelitian modern bahkan memutuskan satu perkara penting: layaknya barang, kebahagiaan bisa kita dapatkan dengan uang.

Pada tahun 2016, Universitas Cambridge mengadakan penelitian untuk mencari relevansi antara kebahagiaan dan uang. Dan hasilnya memang mengejutkan: uang ternyata dapat dikorelasikan dengan kebahagiaan. Akan tetapi, dengan satu syarat, sebagaimana hasil penelitian itu mereka tuangkan dalam artikel bertajuk Spending for Smiles: Money Can Buy Happiness After All, bahwa membelanjakan uang sesuai dengan kepribadiannya akan mendapatkan kebahagiaan lebih.

Contoh paling konkret dan mudah kita pahami adalah, seseorang yang memiliki kencenderungan introvert misalnya, akan lebih memiliki kebahagiaan manakala menggunakan uangnya untuk membeli barang yang sesuai dengan kepribadiannya, misalkan untuk membeli buku.

Hal ini senada dengan apa yang dilangsir oleh Erita Narhetali, seorang dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, bahwa kepemilikan yang akan mendorong seseorang untuk memiliki emosi positif. Emosi tersebut kemudian mengekspresikan keterbukaan, keinginan untuk mempelajari lebih banyak sudut pandang, lebih berinteraksi dengan orang lain, dan menikmati proses memberbaiki berbagai hal agar menjadi lebih baik.

Intinya, uang kemudian menjadi alat untuk membeli hal-hal yang mengundang emosi positif sehingga kita kemudian merasa bahagia. Emosi positif yang dimaksud oleh Erita Narhetali adalah rasa senang, kebahagiaan, cinta, serta harga diri.

Kalau dipikir-pikir, benar juga, sih. Saat kita memiliki uang, kita dapat melakukan apa saja hal-hal yang kita suka, yang membutuhkan ketersediaan uang. Sebaliknya, saat kita tak memiliki uang, hati cenderung gelisah, gusar, mudah panik, dan itu menarik emosi negatif untuk hadir. Misalkan, mudah marah, mudah tersinggung, dan lain sebagainya.

Iya, kan?

Nah, akan lebih bahagia lagi, kalau uang dijadikan alat untuk membeli pengalaman. Karena tingkat kebahagiaan akan berbeda, manakala uang kemudian digunakan untuk membeli pengalaman, daripada untuk membeli barang.

Beli laptop Xiaomi terbaru, kebahagiaan paling banter dua minggu. Saat masih baru, disentuh-sentuh dan disayang-sayang dengan riang. Saat dua minggu berlalu, perasaan sih masih bahagia, tapi ya biasa aja.

Beda, kalau punya duit yang setara untuk beli Laptop tersebut kita gunakan untuk backpacker-an ke Singapura. Tiga bulan kemudian, saat kita melihat koleksi foto-fotonya, perasaan bahagia kita akan membuncah lagi, bahkan cenderung ingin mengulangi pengalaman seru itu.

Nah, kebahagiaan itu akan lebih langgeng lagi, kalau kita berani untuk membeli kebahagiaan level abadi. Apa itu? Menyedekahkannya kepada yang membutuhkan. Atau dalam bahasa umumnya, menggunakannya bukan untuk konsumsi pribadi, namun untuk orang lain.

Bayangkan betapa kita teraliri doa terus menerus dari anak-anak yatim yang kita bantu, dari janda-janda tua yang kita sudahi kepedihannya, dari bapak-bapak renta yang kita tuntasi kengerian hidupnya.

Cobalah. Kebahagiaan itu akan langgeng. Dan kabar baiknya, ada pahala besar juga menanti kita. Duhai, adakah yang lebih indah dari itu? Kebahagiaan di dunia, pahala nan besar di akhirat dari-Nya. Kalau belum pernah mencoba, dicoba, ya!

Nah, Michael Norton dan Elizabeth Dunn, dalam Happy Money: The Science of Happier Spending, memaparkan lima prinsip penggunaan uang berujung kebahagiaan.

Satu, membeli pengalaman

Yap, sebagaimana saya paparkan sebelumnya, pengalaman dapat menghasilkan kebahagiaan karena adaptasi yang dilakukan oleh otak kita. Dunn dan Norton mengatakan bahwa pengalaman dapat memberikan kebahagiaan lebih dari materi akibat koneksi yang terbentuk saat menjalaninya. Bahkan, uniknya, perjalanan dengan tingkat kesulitan dan cobaan yang tinggi pun malah dapat menghasilkan kisah dengan nilai tinggi, dan bila kita ceritakan kembali ke orang-orang, kita justru bahagia karena mampu melewati itu semua dengan gemilang.

Dua, pembatasan pada pembelian barang yang disukai

Mendapatkan sesuatu yang berlimpah menjadi musuh dari apresiasi. Para peneliti mengatakan bahwa penggunaan uang untuk hal yang mengejutkan atau momen spesial menjadi cara baik dalam menghasilkan kebahagiaan. Nah, proses tersebut memotong isi otak dengan mengumpulkan dan meniadakan keuntungan dari rutinitas yang dapat ditebak.

Tiga, membeli waktu

Mendapatkan waktu yang lebih menjadi kemakmuran yang dapat digunakan untuk membeli kebahagiaan. Dengan memberikan waktu kita seperti melakukan pekerjaan suka rela dan memiliki kekayaan atas waktu. Membeli produk yang menghematkan waktu juga bisa dilakukan untuk mencapai kebahagiaan.

Empat, beli sekarang gunakan nanti

Membayar sesuatu yang dapat digunakan di masa depan dapat dicerna otang kita menjadi seakan membeli sesuatu secara gratis. Membeli sesuatu barang dan pengalaman untuk masa depan seperti tiket spat atau liburan dapat memmbebaskan otak kita untuk berimajinasi menuju hasil yang indah. Perasaan antisipatif berperan dengan menghasilkan rasa bahagia saat kita menunggu.

Lima, berinvestasi pada orang lain

Menghabiskan uang untuk orang lain menghasilkan kebahagiaan yang lebih besar daripada membelanjakan untuk diri sendiri. Pembelian kado untuk orang lain atau bantuan lain yang menghabiskan uang menjadi contoh yang baik dalam mencapai kebahagiaan tersebut.

Yak, sekarang, tinggal kita mau memilih jenis kebahagiaan yang mana, ya!

5 — Take a Rest

Minimal, beberapa jam dalam seminggu, usahakan melakukan off dari dunia digital. Kita takkan pernah ketinggalan apapun walau mematikan ponsel dan sosial media dalam satu hari penuh. Masih ada hari esok.

Tahu apa yang paling berharga bagi orang-orang yang kita cintai?

Menghadirkan jiwa dan raga seutuhnya kepada mereka. Bukan ketika makan bersama, namun masih sibuk dengan sosial media. Bukan ketika bercengkerama berdua masih sibuk dengan ponsel.

Namun, hadirkan keutuhan jiwa dan raga. Itulah yang mereka butuhkan.

Kebanyakan kita enggan mematikan ponsel pada siang hari, bahkan beberapa orang masih sibuk dengan ponsel meskipun sudah sampai di rumah di malam hari. Bila sudah sampai rumah, matikanlah dulu. Dengan demikian, kita memiliki waktu yang cukup untuk bercengkerama bersama keluarga, teman, membaca buku, atau menonton tivi kabel favorit.

Waktu yang demikian dapat menjadi nutrisi bagi kondisi psikologis kita.

Saya biasa melakukan aerobik sederhana setelah lari pagi sebakda subuh. Ada banyak aerobik sederhana di YouTube. Mudah diikuti, dan yang penting, memberikan elemen variasi kepada gerak badan, apalagi yang pekerjannya menuntut banyak di depan komputer.

Kita perlu waktu yang cukup untuk tidur, serta berolah raga dan makan dengan tenang. Kita akan terkejut melihat hal-hal yang bisa kita selesaikan setelah beristirahat dengan cukup karena badan dan pikiran kembali segar.

Apalagi ditambah futsal, badminton, atau sesekali bermain nunchaku. Keren!

Sesekali, ambillah cuti. Cuti ada untuk diambil dan dimaanfaatkan. Bukan untuk didiamkan. Ambillah cuti beberapa hari. Lakukan hal-hal seru selama cuti itu. Bila perlu, matikan juga sosmedmu, agar tak menggangu pikiranmu dengan memerhatikan linimasa.

Backpackeran-lah bila perlu. Jelajahi sudut-sudut Indonesia yang indah ini. Atau, lakukan hobi-hobi lamamu dengan sepenuh fokus dan tidak terganggu dengan pekerjan-pekerjaan lain.

Rasakan bedanya.

Waktu cuti tetap dibutuhkan jika kita ingin berkecimpung di dunia bisnis untuk waktu yang lama. Pada hakikatnya, karier kita dalam dunia usaha bisa diibaratkan lari maraton, bukan lari sprint yang perlu cepat tapi hanya sebentar.

Perubahan dalam melakukan kegiatan sehari-hari membuat variasi dan bersemangat kembali dan dapat menyelesaikan pekerjaan.

Lakukan pengamatan pada diri sendiri. Waktu ibadahmu, waktu untuk keluargamu, waktu untuk kehidupan sosialmu, hobimu, juga pekerjaan-pekerjaanmu. Lakukan analisis yang baik, dan upayakan semuanya seimbang.

Menaruh prioritas mana pada hal-hal berikut ini?

– TEMAN

– KELUARGA

– PEKERJAAN

– HOBI

– ISTIRAHAT

Jangan abaikan kebutuhan kita untuk hidup seimbang dan sehat. Seperti pada kelima hal di atas, saya mulai memprioritaskan hanya pada hal-hal yang sesuai dan prinsipil ala saya saja, seperti: keluarga, pekerjaan, dan istirahat. Ketiga hal itulah yang terpenting. Maka, hal lain seperti teman dan hobi, akan mengikuti sendiri. Dilakukan sesekali, namun tak menjadi prioritas yang menghabiskan banyak waktu. Karena kita takkan pernah bisa menaruh kelima hal di atas menjadi prioritas semua. Kita hanya punya tiga prioritas.

Mengerjakan apa yang kamu cintai berarti sudah mengerti sejak dini apa hasrat terbesar dalam diri. Apa passion-mu. Apa gairah terbesarmu dalam ranah profesional kerja. Apa hasrat terbesarmu dalam berkarya. Itu lah yang akan membantumu menghasilkan semangat dalam bekerja, visi jernih dalam karier, juga prestasi yang tanpa henti untuk menghampiri.

Mencintai apa yang kamu kerjakan berarti berkarya maksimal di wilayah itu. Siapa sih yang bisa menghentikan seseorang melakukan apa yang dia sukai? Bayangkan bila itu terjadi dalam ranah pekerjaan. Tak ayal, dia akan berkarya sangat banyak namun di saat yang sama juga sangat berkualitas. What a life!

Percuma bekerja tapi hati tidak bahagia.

Bekerja dengan passion, akan menuntun kamu menjadi manusia yang selalu lebih baik dari hari ke hari, karena memang tuntutan dari dalam dirimu yang jernih itu untuk berkarya, berbuat sesuatu, dan menghadirkan sesuatu yang terus menerus. Dan itu, akan menuntunmu ke tempat yang lebih tinggi, yakni sebuah panggilan hidup. Sebuah potensi yang membuatmu berada pada posisi, “Oh, jadi ini ya tugasku hadir di muka bumi ini. Lewat potensi ini ya aku ada di bumi ini.”

Kamu berkarya dan berkontribusi untuk kehidupan, lewat passion dan panggilan hidupmu itu.

Di situ, kamu akan lebih larut sekaligus menikmati aktivitas kerjamu. Waktu terasa begitu cepat, begitu mengalir deras, hingga tak terasa. Dedikasimu meningkat drastis, dan segenap upaya dari hati terdalam kamu curahkan untuk menyelesaikan pekerjaanmu. Orang-orang akan menganggapmu ‘gila kerja’, tapi kamu akan menganggap dirimu sendiri ‘berkarya tanpa jeda!’.

6 — Overnight Success

Jangan terlalu memuja bakat, hingga terlalu memandang rendah kerja keras. Kita tidak melihat segala usaha di balik suatu kesuksesan. Yang kita lihat adalah kelihaian seorang penari balet selama 15 menit ketika pentas, bukan latihannya bertahun-tahun. Kita hanya melihat 200 lembarnya, bukan 20.000 jam yang digunakan oleh seorang penulis untuk menyusunnya dengan simbahan rasa dan hati untuk memberikan yang terbaik.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki bakat. Tetapi, kerja keraslah senjata sesungguhnya dalam hidup ini.

Kadangkala, ketika kita mencurahkan segala usaha dan waktu untuk mencapai sesuatu, pasti terbersit dalam pikiran bahwa:

Apakah semua usaha ini akan terbayar?

Apakah semua usaha ini akan berhasil?

Apakah ada gunanya?

Jika tidak berguna, mengapa harus bersusah-payah seperti ini?

Singkirkanlah keraguan tersebut. Teruslah melangkah. Setiap sungguh-sungguh pasti terbayarkan. Takkan pernah ada yang tenggelam dalam keringat. Hasil itu mungkin tidak nampak sekarang atau dalam waktu dekat. Tapi, ia akan selalu mendatangi kita, sebanding dengan sejauh mana dan sekeras apa kita dalam berusaha.

Bekerja besarlah. Bekerja hebatlah. Dan jangan lupa, berjiwa besarlah. “Raja yang akan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar,” kata Meng Tze, “pasti tak punya menteri yang sedia tiap saat dipanggil menghadap. Justru dia yang akan mengunjungi mereka untuk meminta nasihat. Sebab tugas besar hanya bisa dituntas oleh mereka yang berjiwa besar.”

Kita menghadapi dunia yang sangat kompetitif. Apapun bidang yang kita geluti, bekerjalah lebih keras dari orang lain. Itu akan memberikan hasil yang berbeda.

Selalulah ingin menjadi yang pertama. Kerja keras akan memberikan perbedaan dan menampakkan keunggulan. Namun, perlu juga diingat bekerja keraslah pada bidang yang engkau sukai.

“Aku bekerja keras,” kata Sheldon Wiseman, “tetapi aku selalu menikmati apa yang aku kerjakan dan hingga sekarang pun masih demikian. Aku pergi bekerja setiap hari dan bersenang-senang seperti anak-anak dan mendapatkan bayaran untuk melakukannya.”

Ya, mereka yang memiliki jiwa kreatif tandanya selalu sama: mereka sama-sama tidak bisa membedakan lagi apakah yang dilakukannya itu bekerja ataukah bermain-main.

Terkadang, saat kita sedang bekerja dengan keras, terbersit, “Andai aku punya bakat yang hebat, tentu aku tidak akan bekerja sekeras ini.”

Percayalah, yang membuat seseorang hebat bukanlah bakatnya, tapi kerja kerasnya.

Profesor Michael Howe dan rekan-rekan kerjanya di Universitas Exeter meneliti prestasi-prestasi terbaik di berbagai area dan tidak bisa menemukan seorang pun yang bisa mencapai level tertinggi tanpa ratusan jam kerja dan latihan.

Mozart, misalnya, orang-orang selalu menganggap ia memiliki bakat hebat. Akan tetapi, ia tetap harus bekerja 12 jam sehari selama lebih dari satu dekade sampai akhirnya masterpiece-nya lahir.

Michaelangelo pun sama. Bahkan, ia sampai berkata, “Jika orang-orang tahu betapa keras aku bekerja untuk mendapatkan kemampuan ini, semuanya tidak akan tampak menakjubkan lagi.”

Mereka yang berjiwa kreatif bekerja keras dengan penuh kedisiplinan. Mereka tidak menunggu inspirasi. Mereka menciptakannya.

Sudah sering kita dapati, beberapa orang yang tampaknya berbakat di usia muda, tapi justru kemudian tidak tumbuh menjadi orang-orang hebat.

Masalah yang terjadi pada mereka adalah: mereka pikir bakat akan membawa mereka masuk jajaran sebagai orang hebat, sehingga mereka tidak mengutamakan kerja keras dalam usaha untuk meraih kesuksesan dan terus mengembangkan bakatnya.

7 — Sales Marketing

“Ubahlah orang asing menjadi seorang teman dan seorang teman menjadi seorang pelanggan.” — Seth Godin

Tidak peduli apakah bisnis yang kita jalankan besar atau kecil, kita tetap membutuhkan pembeli. Bisa jadi kita tidak suka melakukan penawaran melalui telepon atau secara langsung atas barang atau jasa yang kita hasilkan, tapi kita tetap harus mendapatkan pembeli baru, bahkan dalam jumlah besar, bila tidak ingin bisnis tersebut gulung tikar seketika.

Maka, trik kita perlukan, agar kita tetap harus menawarkan barang atau jasa dari bisnis kita kepada calon pelanggan, agar bisnis kita tetap jalan.

1 — Jangan beralasan sibuk, sehingga hari ini tidak mengalokasikan untuk melakukan penawaran. Luangkan sekitar 20% dari semua waktu kita dalam sehari. Itu sudah lebih dari cukup, asal dilakukan dengan konsisten. Ingat, banyak orang menjual barang atau jasa yang sebenarnya berkualitas baik, tetapi tidak berhasil dalam bisnisnya. Kenapa? Karena sebagian besar gagal dalam hal alokasi waktu waktu yang mereka gunakan untuk melakukan penawaran dan penjualan.

2 — Ada dua cara mendapatkan calon pembeli dan pelanggan, yaitu: membuat mereka datang pada kita dan membeli barang atau jasa yang kita miliki, atau kita datangi mereka dan kita menjual barang atau jasa kita. Paling bagus, tentu dua hal tersebut dilakukan.

3 — Sudah menjadi kewajiban bagi seorang pebisnis untuk melakukan selling. Presiden utama perusahaan IBM, Thomas J. Watson Sr, bahkan mengatakan, “Perusahaan ini tidak akan berjalan jika tak seorang pun berhasil menjual sesuatu.” Apalagi bisnismu yang tidak sebesar IBM, kan?

4 — Calon pembeli tidak akan pernah mengatakan kepada kita alasan mereka sebenarnya membeli barang atau produk yang kita tawarkan. Makanya, harus mengenali karakter mereka masing-masing. Karena, orang memiliki keinginan tertentu saat mereka mengeluarkan uang.

5- Untuk calon pembeli yang memiliki lebih banyak uang, kita hanya perlu menunjukkan kepada mereka cara menabung, karena mereka sudah tahu cara mencari uang, apalagi uang yang banyak.

6 — Para pembeli akan membelanjakan uangnya dengan orang yang menyukai mereka dan dengan orang yang mereka sukai.

7 — Jangan menawarkan makanan sehat atau gaya hidup sehat, sebaiknya tawarkan panjang umur.

8 — Tawarkan bahwa produk atau jasamu akan membuat hidup calon pelangganmu akan hidup lebih bahagia. Bukankah ini yang diinginkan semua orang?

9 — Tunjukkan kepada para pelanggan bahwa apa yang kita lakukan akan mengurangi stres dan baik untuk kesehatan mereka.

10 — Jangan lupa untuk membuat para pelanggan merasa dihargai sehingga mereka akan menjadi pelanggan setia.

11 — Menjadi lebih pintar. Pikirkan cara agar barang atau jasa yang kita tawarkan dapat memenuhi kebutuhan ini.

12 — Merasakan kedamaian. Jika para pembeli membeli pada kita, apakah mereka akan tidur lebih nyenyak?

13 — Dipuji merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Oleh karena itu, pujilah para pembeli, kita tidak akan rugi.

14 — Takut kehilangan uang. Alasan inilah yang menyebabkan orang membeli jasa keuangan dan yang semacamnya agar uang tunai mereka tidak hilang.

15 — Tunjukkan kepada mereka bahwa barang dan jasa yang kita tawarkan membuat mereka terhindar dari melakukan kesalahan.

16 — Oranglah yang menjadi kunci penjualan. Sebelum menerima apa yang kita katakan, orang perlu ‘membeli’ kita terlebih dahulu. Jika kita merasa hal ini sulit diterima, bayangkanlah seseorang yang mencoba menawarkan sesuatu kepada kita, termasuk para politisi dan pemimpin agama di televisi. Jika kita tidak menyukai orang tersebut, akan sulit bagi kita untuk menerima apa yang mereka katakan.

Selamat melakukan selling. Ingat, berusahalah untuk menyesuaikan diri dengan orang lain. Belajarlah untuk menyesuaikan diri dengan kata, nada suara, serta bahasa tubuh orang lain. Tidak berarti bahwa kita harus menirukan persis seperti yang dilakukan orang lain, tapi saat berkomunikasi dengan orang lain berupayalah untuk menyesuaikan dengan cara dan bahasa mereka. Misalnya, jika pelanggan berbicara lembut dan perlahan, hubungan baik akan terjalin jika kita pun berbicara dengan lembut dan perlahan. Secara tidak sadar, para pelanggan dapat menangkap kesan bahwa kita memiliki kesamaan dengan mereka.

8 — Selling Ideas

Rahasia tentang ide yang hebat bukan pada ketika ide itu sudah menjadi nyata, namun justru pada ‘ perjalanan ide’ itu sendiri. Rahasia tentang ide yang hebat, sukses, dan hebat adalah tentang bagaimana pada menyampaikan ide itu; proses mewujudkannya.

Temukan orang yang sealiran. Mengapa kadang ketika menyampaikan sebuah ide, padahal ide tersebut menurutmu sangat hebat, keren, dan bakalan jadi gokil, tapi justru orang yang kamu ajak untuk diskusi malah menganggapmu aneh dan tidak bermutu? Misalkan nih, kamu memiliki ide keren tentang sebuah produk bisnis kreatif yang keren dan juga sangat berguna di masyarakat. Tetapi, ketika kamu mempresentasikan ide itu kepada orang lain, mereka justru malas untuk mendengarkanmu dan tidak menggubrismu?

Yah, kamu salah mengajak diskusi orang.

Sebelum mempresentasikan, pastikan dulu bahwa orang itu memiliki passion, ketertarikan, dan yah, kloningan-mu. Atau, gampangannya, carilah beberapa hal yang ada pada dirimu, ada pada mereka. Dengan mengetahui hal itu terlebih dahulu, delivering ideas-mu akan lebih mudah, dan tentu sesuati dengan target diskusi.

Juga, percaya dengan apa yang sedang kamu kerjakan. Orang-orang tidak membeli apa yang kamu buat. Mereka membeli ‘mengapa kamu membuat barang itu’. Masih ingat kan, mengapa orang-orang mau membeli kreasi Steve Jobs, padahal komputer lain sudah ada juga. Mereka membeli visi, cita rasa, dan mimpi Steve Jobs, yang memang disajikan dengan sangat keren.

Gali dan temukan alasan paling kuat, mengapa kamu memiliki ide bisnis kreatif itu.

– Apa tujuanmu dengan ide tersebut?

– Hal keren apa yang tengah kamu tawarkan?

– Akan membantu siapa saja idemu itu?

– Perubahan apa yang tengah ditawarkannya dan di luaran sana mengapa belum ada?

Ketika kamu tahu KENAPA-nya dan menceritakan KENAPA-nya itu kepada orang-orang yang percaya dengan mimpi dan idemu, mereka akan mendukungmu. Seratus persen!

Bangun rasa penasaran. Memiliki ide yang keren itu satu hal, dan membuat orang-orang penasaran itu hal lain. Jangan takut untuk meluncurkannya di waktu yang tepat dengan elemen-elemen ide yang lebih lengkap. Itu akan membuat orang-orang dengan gratis mendukung bahkan mempromosikan idemu!

9 — Difference

Menjadi sedikit lebih baik itu mudah. Tetapi sangat susah menjadi sedikit lebih berbeda. Dan biasanya, para creative leader memang memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal ‘berbeda’ dalam hidupnya. Maria Saraphova, petenis dunia perempuan asal Rusia yang sekaligus menjadi foto model profesional, juga mengakui selalu ingin tampil beda dari orang lain. ”Saya ingin berbeda. Jika orang-orang mengenakan baju hitam, saya ingin mengenakan baju merah.”

Itu tandanya adalah dia memang memiliki kemampuan untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda. Melakukan sesuatu yang berbeda ini bukan hanya dalam ranah tampilan luar, namun juga kondisi dalam jiwa. Seperti yang dilkaukan oleh Lee Iacocca, yang memiliki prinsip menarik ketika mengalami stres. ”Pada saat stres tinggi atau ada kesulitan, hal yang terbaik adalah untuk tetap sibuk mengelola kemarahan dan energi Anda menjadi sesuatu yang positif.”

Setelah delapan tahun menjadi CEO Ford Motor Co. dan mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan otomotif tersebut, tiba-tiba Lee dipecat. Panikkah dia? Tidak.

Padahal, alasan utama kenapa Lee dipecat hanyalah karena Henry Ford, merasa terancam atas nama besar Lee yang makin cemerlang dan terkenal, dan bisa menyaingi kemasyhuran sang pemilik. Terdengar aneh, memang. Namun Lee memiliki daya bedanya sendiri dalam menghadapi cobaan aneh dalam hidupnya tersebut.

Lee justru menerima tawaran Chrysler Corp., sebuah perusahaan otomotif yang hampir bangkrut. Yah, kamu tak salah baca, hampir bangkrut!

Dan yang terjadi kemudian justru mengagumkan. Saat Lee bergabung dengan Chrysler, perusahaan itu bangkit dan brand-nya justru menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Amerika.

Seseorang yang memiliki ‘daya beda’ dalam dirinya memang akan selalu bisa membuat perbedaan.

10 — Lessons from Steve Jobs

Walaupun sudah meninggalkan dunia ini pada tahun 2011, namun namanya masih terus menggema, inovasinya masih terus menjadi primadona, dan karya-karyanya masih menjadi idola. Seorang visioner dunia teknologi dan bisnis ini terus menginspirasi siapa saja.

1 — Teruslah Bergerak

“Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang kamu lakukan. Jika kamu belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan hanya diam. Seperti halnya pasangan hidup, kamu akan tahu bila kamu telah menemukannya. Dan, sama seperti relasi yang baik, akan lebih baik dan lebih baik seiring dengan berjalannya waktu. Jadi teruslah mencari sampai kamu menemukannya. Jangan diam,” kata Steve Jobs.

Setiap bangun pagi, selalu tanyakan pada diri sendiri: apakah hal-hal yang akan kita lakukan seharian nanti benar-benar aktivitas yang sesuai dengan passion ataukah belum?

2 — Membuat Produk yang Tak Sekadar Beda, Namun Juga Berfungsi Baik

“Saya lebih suka mempertaruhkan visi daripada membuat sebuah produk yang pasaran,” kata Steve Jobs. Itulah mengapa dia menjadi legenda dalam dunia bisnis berbasik teknologi. Visinya selalu diperjuangkan. Ngototnya untuk menciptakan produk yang tak sekadar berdesain menarik, namun juga ramah pengguna, buktinya bisa menguasai pasar. Dan itu tidak akan terjadi, bila Steve Jobs hanya mengikuti selera pasar. Ia berpikir beda. Steve Jobs menawarkan produk yang ia tahu, bahwa pasar akan sangat menyukai sekaligus membutuhkannya. It takes nothing to join the crowd, but it takes everything to stand alone. Awalnya mungkin banyak yang menentang, tetapi percayalah, itulah jalan yang memang harus diambil oleh para pembuat perubahan.

3 — Kemutlakan untuk Mencintai Pekerjaan

Kita tak akan bisa ke mana-mana dan membuat prestasi yang membahana, bila pekerjaan yang kita geluti sekarang bukanlah jenis pekerjaan yang kita sukai, sayangi, dan cintai. “If You don’t love something, you’re not going to go the extra mile, work the extra weekend, challenge the status quo as much,” kata Steve Jobs.

Kenapa? Nalarnya sederhana. Mereka yang menyukai pekerjaannya, pasti akan menganggap masalah dalam lingkup kerjanya sebagai tantangan. Seorang desainer grafis, ketika mendapatkan proyek yang levelnya ‘agak sulit’ untuk diatasi, tentu menganggapnya sebagai tantangan yang menarik dan menggairahkan. Berbeda dengan yang aslinya suka membuat web, namun bekerja di sebuah sekolah dasar. Ia akan menganggap setiap harinya terasa horor!

4 — Hidup Ini Singkat, Jadikan Sangat Berarti

Yah, kita semua akan mati. Dan itu adalah alarm yang harusnya melecut semangat, menghentakkan gairah, dan menggerakkan pikiran untuk terus melakukan hal-hal baik, kreatif, juga bermaslahat. “Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat yang paling penting yang pernah saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar dalam hidup,” kata Steve Jobs

Walau terserang Kanker di usinya lanjutnya, Steve Jobs tak kemudian berhenti melakukan hal-hal keren. Yah, padahal dia sudah kaya, terkenal, dan petinggi perusahaan. Tetapi, orang-orang yang memiliki passion itu memang begitu. Dia selalu digedor jiwanya untuk menghasilkan sesuatu yang keren secara terus menerus.

Kamu juga merasakannya, kan?

5 — Mencari Mata Batin Baru dengan Traveling

Sebelum mendirikan Apple, Steve Jobs pergi ke India. Dari sana, keadaannya jiwanya lebih baik. Dia lebih bisa mengontrol emosinya, dan mendapatkan perspektif baru dalam hal produk. Kesimpelan, keminimalisan, kemudahan, dan juga keindahan.

Sesekali, traveling-lah, ke sebuah negara jauh. Ke tempat yang sangat berbeda dari di mana engkau berada. Perspektif baru, ide baru, mata batin baru, akan kamu dapatkan.

6 — Jangan Sampai Salah Mencari Co-Founder

Steve Wozniak adalah partner Steve Jobs ketika mendirikan Apple. Steve Wozniak yang jago membuat ‘daleman’ produk, dan Steve Jobs jago dalam mengemasnya dan menjualnya. Ini adalah paduan duet maut yang susah sekali dikalahkan. Terbukti memang, Apple menjadi raja dalam inovasi bisnis berbasis teknologi.

Saat ini sedang merintis bisnis kreatif? Pastikan kamu tidak salah mencari co-founder.

7 — Pelanggan Tidak Tahu Apa yang Mereka Butuhkan Sampai Kita Membuat Produknya dan Menunjukkan kepada Mereka

Saat orang-orang memegang produk Apple, mereka pasti akan berkomentar serentak, “Ini loh produk yang gue inginkan. Ini gue banget, gilak!”

Tetapi, apakah mereka tahu sebelumnya bahwa mereka menginginkan produk seperti itu sampai Apple benar-benar membuat produk seperti itu? “Benar-benar sulit untuk merancang produk melalui diskusi kelompok. Seringkali, orang tidak tahu apa yang mereka inginkan sampai kamu menunjukkannya kepada mereka,” kata Steve Jobs.

Yah, inilah yang membuat Steve Jobs berbeda. Dia sering kali ngotot untuk mewujudkan imajinasinya. Dan imajinasinya memang visioner dan tepat. Dan itu yang tidak dimiliki oleh para petinggi perusahaan lain yang berbisnis teknologi.

8 — Pada Akhirnya, Uang Bukan Segalanya

Apa sih hal terpenting bagi Steve Jobs? Uang? Ketenaran? Ternyata tidak. “Menjadi orang terkaya di pemakaman tidak penting bagi saya. Pergi tidur di malam hari mengatakan: kami telah melakukan sesuatu yang indah, itu yang penting bagi saya,” katanya.

Dan selalu saja begitu, orang-orang yang memiliki pemikiran seperti itulah yang pada akhirnya sanggup mengubah dunia.

9 — Setelah Co-Founder Terbaik, Ciptakan Tim Terhebat

Walau dengan visi sehebat apapun dari Steve Jobs, Apple takkan ke mana-mana tanpa Jonathan Ive, Arthur D. Levinson, Tim Cook, Luca Maestri, juga Jeff Williams. PR untuk kita yang ingin membuat bisnis kreatif setelah menemukan co-founder yang tepat, segeralah membuat tim hebat nan solid untuk mewujudkan ide-ide brilianmu.

10 — Harus Perfeksionis

Saat seseorang perfeksionis, dia akan habis-habisan untuk mengeluarkan produk terbaik, dari ide terbaik, energi terbaik, dan eksekusi terbaik. Itulah yang selalu ditanamkan Steve Jobs untuk dirinya dan juga timnya. Ibaratnya, “Kamu telah memanggang sebuah kue yang sangat cantik, namun kemudian kamu menggunakan kotoran anjing untuk hiasannya,” kata Steve Jobs. Maksudnya, bila kamu sudah menciptakan dasaran yang bagus, keren, dan berpotensi untuk menjadi ‘the next big thing’, jangan merusaknya dengan sesuatu yang instan, tak berisi, dan lemah nilai.

11 — Build Your Own Happy Company

Only happy people can make other people happy. Keriangan, kebahagiaan, akan membuat orang-orang yang bekerja dengan kita memiliki energi yang lebih. Dan kabar baiknya, ketika orang-orang yang bekerja dengan kita memiliki kebahagiaan yang cukup, mereka akan memiliki dedikasi yang baik pada tempat di mana mereka bekerja.

Kita sudah sering mendengar orang-orang yang berkeluh kesah, sedih, juga kecewa dengan tempat di mana mereka bekerja, bukan? Atau bahkan kita sendiri juga pernah mengalaminya. Maka, pastikan usaha kreatif yang tengah kita kembangkan ini memiliki iklim yang bisa membahagiakan siapa saja.

Pertama, selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan curahan hati tentang pekerjaan mereka. Banyak orang keluar dari pekerjaan mereka karena frustasi. Juga kegalauan yang tak tersampaikan. Jangan sampai hal itu terulang di perusahaanmu.

Talking won’t make you any wiser. Listening can make you the wisest person in the world.

Kedua, menyampaikan kritik dan makian di depan umum bisa membuat mereka berubah drastis menjadi orang yang begitu tidak antusias dengan pekerjaan dan juga usaha yang sedang kita kembangkan ini. Bahkan, parahnya bisa dengan terselubung pelan-pelan menjelek-jelekkan citra perusahaan ke orang-orang.

Ketiga, jangan segan sampaikan pujian. Hargai pekerjaan-pekerjaan yang telah mereka lakukan dengan baik. Tak pernah ada salahnya melakukan itu.

Rayakan kemenangan dan keberhasilan bersama-sama. Pastikan berbisnis dengan riang dan bersikap minim tekanan, walau tentu aslinya tak seperti itu. Tetapi, jika ternyata bisnis hanya membuat kita stres, alangkah lebih baiknya untuk tidak melakukannya saja.

Fulfillment is when you are living in the present, happy about the past, and excited for the future. Pastikan bisnis kreatifmu dan juga dirimu seperti itu.

Alangkah sangat menyenangkan, bekerja dengan orang-orang baik nan hebat, dan bersenang-senang dengan mereka setiap saat untuk menciptakan terobosan-terobosan keren dan mengagumkan.

12 — Focus

Mereka yang berjiwa kreatif selalu menghabiskan sejumlah waktu yang sangat intens untuk fokus pada satu kegiatan yang sangat disukai. Kefokusan menghasilkan spesialisasi. Kita perlu memiliki spesialisasi dalam hidup karena hal itulah yang akan menjadi dasar untuk berdiri dengan kukuh dalam tanah kehidupan.

Mengembangkan suatu keahlian berarti kita tidak bisa hanya melakukan sesuatu selama seminggu, kemudian beranjak dan mengerjakan hal lainnya. Fokus tidak sesingkat itu.

Fokus membutuhkan waktu yang lebih lama. Menjadi sukses dalam hal apapun, berarti memusatkan diri pada satu keahlian utama selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun.

Untuk menjadi penulis, saya tidak berlatih hanya dalam waktu satu bulan. Namun sudah sejak SMA, dilanjut hingga kuliah, hingga bekerja secara profesional.

Untuk menjadi pebisnis, saya tidak mendapatkan warisan kejayaan bisnis dari orang tua. Namun membangun mentalnya sejak muda, dengan berjualan kecil-kecilan, melakukan pekerjaan serabutan masa kuliah.

Walau fokus adalah sesuatu yang dilakukan secara terus menerus dalam waktu yang lama, namun fokus pula yang akan mengantarmu menuju singgasana kecemerlangan hidup. Jangan mudah berpindah sesuatu, atau kamu akan menjadi amatiran dalam banyak hal.

13 — Passionate

If you’re only what you were told you could be, you are less than you can be. Bilalah kita sekadar melakukan apa yang menurut orang lain kita bisa untuk melakukannya, selesailah sudah. Kita belum memaksimalkan segenap potensi yang ada. Kita menjadi Mr and Mrs Average. Terlalu rata-rata manusia.

Untuk mencapai satu panggung yang berbeda, khas, dan jauh dari kerumunan, kita tak bisa melakukan sesuatu yang rata-rata. Tak bisa menghadirkan sesuatu yang medioker. Apple menjadi begitu digdaya karena benar-benar fokus membuatu produk yang istimewa, bukan biasa-biasa saja. Gairah Steve Jobs untuk membuat produk hebat benar-benar di luar garis batas rata-rata manusia pada umumnya.

“The test of whether people love what they do,” kata Paul Graham, “is whether they’d do it even if they weren’t paid for it — even if they had to work at another job to make living.”

Sukses bukanlah sesuatu yang harus dikejar. Ia hanya bonus dari sebuah kebahagiaan yang kita peroleh dalam hidup karena menyalakan passion. Karena kita akan bahagia dan bersyukur dengan hidup, kalau kita menjalani apa yang kita cintai.

Lagipula, saat kita merasa pekerjaan yang kita lakukan rasanya menyenangkan seperti bermain-main, seakan-akan tak lagi bisa membedakan mana main dan mana kerja, “Choose a job you love and you will never have to work a day in your life,” kata Confucius.

14 — Best Revenge

Saya pernah dengan seorang kawan membuat sebuah usaha. Namun, kala usaha itu sedang mendapati cobaannya, partner usaha saya tersebut justru menghilang tanpa jelas rimbanya. Bayangkan, saat saya sedang pusing kepala dengan keluarnya beberapa karyawan, stok dana operasional yang kian menipis, juga pelanggan yang belum mencapai target, saya masih harus dihadapkan dengan partner kerja yang meninggalkan kerjasama begitu saja.

Dunia serasa sudah berakhir? Iya, tapi saya memilih untuk terus maju. Walaupun saya harus kalah, saya memilih untuk tidak kalah dengan mudah. Saya tidak ‘menangisi susu yang sudah tumpah’.

Semua orang sukses pernah ditikam dari belakang, dikucilkan, ditertawakan, diolok-olok, dan dijelek-jelekkan pada suatu titik dalam karier mereka. Balas dendam yang baik adalah bukan dengan mata dibalas mata. Tapi dengan bukti kesuksesan. Bukan membalas cemoohan dengan cemoohan.

Ambillah semua langkah yang diperlukan untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan juga bisnis. Lakukanlah yang diperlukan untuk melindungi semua yang menjadi milik kita dan jangan biarkan orang-orang menginjak. Jangan habiskan waktu untuk membalas dendam yang tidak perlu. Menghabiskan waktu satu menit untuk balas dendam berarti pengurangan satu menit untuk menikmati hidup dan menghasilkan lebih banyak kesejahteraan.

15 — Up to You

Adalah sangat mudah untuk menyalahkan, mengeluh dan mengkritik, karena memang tidak dibutuhkan usaha, otak, kemampuan, bahkan uang. Karena itulah, banyak yang melakukannya.

Nalarnya, jika mau lebih, maka kita harus memiliki keinginan untuk menjadi yang terbaik. Berhenti mengeluh, maju sedikit demi sedikit, dan lakukan semua yang harus dilakukan. Tentu saja, kita akan melakukan kesalahan dan tentu saja akan tersandung dan jatuh. Saat seperti itu, mulailah untuk menyalahkan diri sendiri.

Jangan pernah menyalahkan situasi, pemerintahan, ekonomi, atau bahkan takdir. Salahkanlah diri sendiri. Percayalah, selalu ada sebuah tempat yang tinggi untuk seseorang yang menerima tanggung jawab atas tindakannya. Dunia ini, sering dijadikan tempat bagi orang-orang yang dengan cepat menyalahkan orang lain. Maka, bila kamu mau menjadi orang yang menerima tanggung jawab, akan disambut dengan tangan terbuka dan nampak begitu keren.

Jadi, berhentilah menyalahkan kesengsaraan yang kita rasai sekarang pada pihak dan peristiwa luar. Jangan salahkan sinar mentari, jangan salahkan rembulan, salahkanlah sosok yang sedang kita pandang dalam cermin. Karena kabar baiknya, bila kita menerima tanggung jawab atas hal-hal buruk dalam hidup, berarti kita siap bertanggung jawab atas semua hal baik: pekerjaan keren, rumah besar, mobil mewah, keluarga bahagia, kesehatan prima, dan teman-teman baik.

16 — Best Investment

Rahasia investasi tersukses adalah investasi pada diri sendiri. Berinvestasi pada diri sendiri adalah belajar terus menerus seumur hidup. Bisa berarti dengan membaca buku, majalah, jurnal, mendengarkan podcast pengembangan diri, dan menghadiri seminar.

Juga, berarti mengajukan banyak pertanyaan, mengamati, menghubungkan diri dengan orang-orang suskes. Tentunya juga berarti tetap fit dan sehat.

Pendeknya, kita harus terus-menerus memperbarui diri dengan segala cara, menambah wawasan, dan mengasupi diri dengan banyak hal positif.

Bacalah sebanyak mungkin buku, dan datangilah sebanyak mungkin seminar. Dan kita akan belajar dari semua kegiatan tersebut. Di luar sana, banyak sekali buku yang ditulis oleh orang-orang hebat. Bacalah, dan berkembanglah.

Dan percayalah, setelah semua pengetahuan itu ada di tangan, kita takkan lagi membutuhkan jaminan kesuksesan apapun.

Didiklah diri kita sendiri. Ketika kita melakukan itu, kita sebenarnya berinvestasi pada diri sendiri. Dan itu adalah investasi terbaik yang bisa kita lakukan dalam hidup sekaligus menjadi jaminan terbaik dalam hidup.

17 — Next Level

Kenapa harus mengerjakannya dengan biasa saja kalau bisa melakukannya dengan lebih baik?

“Aku tidak pernah puas akan posisiku dalam hidup ini. Aku selalu mencoba untuk meningkatkan diri. Bagaimana aku bisa mengembangkan diri menjadi orang yang lebih baik?” kata Oprah.

Berusahalah untuk selalu lebih baik, tapi jangan bersedih jika menemui ketidaksempurnaan. Kesuksesan seperti sebuah tangga dengan banyak tingkat. Kita beranjak dari tingkat pertama ke tingkat berikutnya dengan mengusahakan diri menjadi lebih baik. Ingat, naik tangga, bukan eskalator, karena tidak ada eskalator maupun lift untuk naik ke tingkat kesuksesan. Hal-hal yang instan selalu tidak bertahan lama. Segala sesuatu yang terlalu cepat menjadi tidak nikmat.

Seperti lari pagi, sambil mendengarkan mp3 dengan musik lembut, di sebuah waktu selepas subuh yang segar, indah, dingin menuju hangat, dengan iringan sinar mentari yang masih sangat lembut dan sedikit, dan matahari yang masih malas untuk muncul ke permukaan. Kita berlari pelan, sambil melihat indahnya sawah, padi yang masih mengantuk, rumput yang masih basah tergeluti embun, dan burung-burung yang masih tak berhasrat untuk terbang.

Menuju kesuksesan adalah seperti lari pagi itu, hanya saja dengan rute yang panjang. Seperti lari marathon yang membutuhkan endurance. Bukan seperti lari sprint; cepat, melelahkan, dan membosankan.

18 — Be Great!

Fokus pada kekuatan diri. Melangkahlah dengan kekuatan-kekuatan, bukan kelemahan-kelemahan. Bila memang bagus di bidang komputer, tak usah merepotkan diri berkarier di bidang olahraga. Bila bagus dalam menulis, tak perlu merepotkan diri dalam bidang tempa besi. Jangan pernah takut untuk mengakui kelemahan dalam bidang lain, selama memiliki keunggulan dalam suatu bidang.

Norman, pengarang The Way Things menuliskan, “Setiap orang itu buruk di banyak bidang. Tetapi, setiap orang punya beberapa keunikan di bidang yang bisa menjadikannya terbaik sedunia. Dan, triknya adalah untuk mencari keunikan tersebut.”

Kesimpulannya, kita boleh saja buruk dalam banyak hal, asalkan sungguh baik dalam satu hal.

Salah satu mentor saya selalu mengatakan, “Bila kamu memiliki satu saja keahlian, itu sudah cukup untuk membuatmu tidak miskin.” Mereka yang memiliki keahlian, takkan pernah kelaparan.

Yah, bisa jadi, selama ini, kita ini terlalu serakah. Terlalu banyak ingin menguasai banyak hal, hingga lupa menjamkan satu sisi paling kuat yang ada pada diri.

You need skill to win the game, but you need style to shine!

19 — Don’t Give Up!

Meraih sesuatu yang baik tidak pernah mudah dan cepat. Sebuah studi menyatakan bahwa butuh waktu 10 tahun untuk mengembangkan diri menjadi seorang dengan keahlian tertentu.

“Salah satu hal terpenting dalam hidup adalah memerhatikan kakimu,” kata John Warnock, “dan mengambil langkah-langkah berikutnya. Jangan memfokuskan pada hal-hal yang terlalu jauh, namun pastikan arahmu benar dan segeralah berjalan selangkah demi selangkah.”

Jangan menyerah. Bukan berarti orang-orang sukses tidak berpikir untuk menyerah. Mereka hanya menolak untuk menyerah! Walau gelapnya harapan merambati diri, walau aral menjingkatkan perjalanan. Namun, orang-orang sukses itu selalu begitu. Mereka menolak menyerah!

Mereka terus maju. Bila usia membuat badan berkerut-kerut, menyerah membuat jiwa dan impian berkerut-kerut dan menyusut. Jadilah keras kepala. Jangan melihat ke belakang, kamu bahkan belum berjalan cukup jauh. “Dalam kegagalan maupun kesulitan,” kata Adrian Anantawan, pemain biola internasional asal Indonesia, “aku tidak pernah melihat ke belakang, aku melihat ke belakang hanya pada hal-hal yang telah kupelajari, bukan pada kegagalan-kegagalan itu sendiri. Aku merencanakan apa yang kulakukan selanjutnya.”

Yah, untuk apa melihat ke belakang, bila yang di depan menunggu untuk ditaklukkan!

20 — Weakness is Your Power

Penting memang memfokuskan diri pada kekuatan dan melupakan kelemahan. Akan tetapi, tetap saja, bagi sebagian orang, weakness susah sekali untuk di-move on kan. Weakness seringkali menjadi salah satu hambatan terbesar dalam pekerjaan.

Menurut saya, bila kemudian kelemahan itu masih bisa diatasi, atau harus diatasi demi karier atau pekerjaan di masa depan, sebaiknya memang kelemahan tersebut harus segera diberantas. Jean Monty mengatakan, “Dulu aku benci berdiri dan bicara di depan orang-orang, tetapi jika kamu hendak menjadi pemimpin suatu perusahaan, kamu harus mampu berbicara di depan umum. Jadi, aku tidak punya pilihan. Itu sungguh sebuah kelemahan dan aku harus mengatasinya.”

Akan tetapi, bila kelemahan tersebut memang berstatus ‘tidak apa-apa’ bila tanpa harus kita atasi, saya kira tidak apa-apa. Solusinya, akui kelemahan, lalu kolaborasilah. Paul Rowan misalnya, ia orang yang memiliki kekuatan dalam area-area kreatif, tetapi ia memiliki kelemahan di dalam bisnis, sehingga ia mengalihdayakannya. “Aku orang yang artistik, dan aku menyadari dengan segera bahwa aku membutuhkan partner-partner yang mampu mengorganisasi dengan baik dan lebih business-minded.”

Jadi, carilah seseorang yang bagus dalam bidang yang tidak kita kuasai, dan sebaliknya. Kemudian, fokus secara mati-matian di bidangmu. Hal itu akan menjadi kolaborasi membahana!

21 — Face Your Weakness

Jangan takut dengan kelemahanmu. Kita ini sedang hidup pada era di mana hal-hal memalukan dan menggelikan dirayakan. Tengok saja di YouTube. Bloopers menjadi tontonan menyenangkan. Hal-hal bodoh menjadi tontonan yang menarik dan menggembirakan bagi banyak orang, bukan? Asal kelemahan-kelemahan dikemas dengan baik, akan mengubahnya menjadi satu titik kekhasan yang unik. Asal kamu jeli mengubah kesalahan dan kekurangan menjadi lebih classy dan kelihatan keren, orang-orang justru akan memaklumi dan menganggap kekuranganmu sebagai sesuatu yang unik dan khas.

Saya selalu menganggap Raditya Dika itu jenius. Di antara belantara penulis dan creativecontent maker lain, dia senantiasa berhasil menyeruak dan menghadirkan karya yang selalu saja cetar. Padahal, terkadang juga simpel banget. Videonya di YouTube tentang tutorial memasak air, misalnya. Ribuan views berhasil digaet. Padahal, ya hanya berisi teknik cara masak air doang. Nggak lebih. Tapi itulah letak kejeniusannya. Siapa juga dari kita yang kepikiran untuk mengunggah video tutorial masak air. Ya, kan?

Saat kita berani untuk menerima kekurangan diri, ketaksempurnaan — karena tak ada satu pun manusia di bumi ini yang sempurna — maka kita akan mampu untuk memotivasi diri sendiri untuk membuat perubahan dan perkembangan menakjubkan. Karena bersembunyi dari kelemahan akan membuat kita terus menjadi lemah. Menghadapinya akan membuat kita lebih percaya diri.

22 — Daily Questions

Berdamai dengan diri sendiri adalah cara terbaik untuk menerima diri apa adanya, dan menggapai hidup yang lebih tenang.

Dalam ranah pekerjaanmu sehari-hari, coba tanyai terus beberapa hal ini.

  • Apakah pekerjaan ini membuatku lebih berwawasan?

  • Apakah pekerjaan ini membuatku lebih memiliki skill yang baik?

  • Apakah pekerjaan ini memberiku tantangan yang lebih seru?

  • Apakah pekerjaan ini membuka peluang baru?

  • Apakah pekerjaan ini membuatku lebih bersemangat setiap hari?

Lima pertanyaan penting ini, bila berhasil kamu jawab YA di setiap pagi hari sebelum kerja, akan saya pastikan, lima tahun dari sekarang, kamu adalah orang yang akan terus berkontribusi baik bagi diri, keluarga, bahkan dunia!

23 — Winning the Market

Pilih segmen yang masih sepi pemain. Pertimbangannya, tentu agar tidak perlu bersusah payah merebut pelanggan. Selain itu, pilih jasa atau produk yang paling kamu kuasai. Alasannya, agar kamu dengan mudah menentukan langkah marketing selanjutnya. Selain itu, pilih segmen pasar yang potensi pasarnya terus berkembang. Setelah itu, tentukan harga, lokasi, dan promosi yang tepat bagi segmen pasar kamu.

Buatlah jasa atau produk yang paling bermutu dan berkualitas. Dengan begitu, akan lebih unggul dan diminati konsumen. Produk yang bermutu tentu saja akan menciptakan kepuasan bagi pelanggan, sehingga akan terus mengkonsumsi produk tersebut.

Permudah konsumen mendapatkan produk. Lakukan apa pun agar konsumen mudah mendapatkan produkmu. Lakukan trik-trik yang diperlukan. Entah itu offline maupun online.

Teruslah berinovasi.Innovate or die! Lakukan perkembangan pada jasa maupun produkmu secara konsisten. Jangan lakukan trik lama. Jangan sampai jasa atau produk tidak ada added value yang bisa menjadi daya gedor jualan.

Buatlah packaging yang menarik dan kreatif. Kemasan yang kreatif akan membuat produk kamu terlihat menarik dan mengundang konsumen untuk menelitinya lebih lanjut.

Berikanlah jasa tambahan yang merupakan fasilitas lebih. Hal ini akan menambah nilai lebih pada produk kamu, seperti jasa pengantaran (delivery order), pemasangan gratis, servis gratis, dan sebagainya.

24 — Mengidentifikasi Segmen Pasar

Penentuan segmen pasar yang tepat akan berpengaruh baik pada respons produk yang akan kamu jual. Tetapi, bagaimana cara mengidentifikasi segmentasi pasar?

Philip Kotler, dalam Marketing Insights From A to Z, memaparkan caranya ke dalam tiga tahap.

1 — Segmentasi pasar menurut kelompok demografis. Target market-nya digolongkan menurut usia/umur. Contoh, target market-nya wanita usia 35–50 tahun.

2 — Segmentasi pasar ke dalam kelompok-kelompok kebutuhan. Contoh, target market-nya adalah wanita bekerja yang menginginkan kemudahan dan dapat menghemat waktu dalam berbelanja.

3 — Segmen pasar berdasarkan kelompok-kelompok perilaku. Target market-nya didasarkan pada perilaku atau gaya hidup. Contoh, target market-nya adalah wanita yang bergaya hidup konsumtif (boros) dalam berbelanja pakaian pesta.

Mengapa menentukan segmen pasar penting bagi usaha kamu? Penentuan segmen pasar ini penting karena berguna untuk memperjelas pelanggan mana yang akan kamu layani nanti.

Bayangkan saja, bila kamu tidak mengetahui siapa pelanggan yang akan dilayani, kamu akan menawarkan produk dan jasa kamu kepada siapa saja tanpa arah yang jelas.

25 — Making Good Mistake

Saya yakin, tak ada satu pun manusia di bumi yang suka dengan kesalahan dan kemudian candu dengan membuat banyak kesalahan. Karena sepertinya sudah menjadi kesepakatan umum, bahwa kesalahan memang bukanlah hal baik dan harus dilestarikan. Akan tetapi, walau kesalahan bukanlah hal yang baik, kita juga harus bisa melihat hal positifnya. Apa itu? Ternyata, kesalahan bisa melecut ide-ide. Ternyata, kesalahan dan kegagalan adalah benih-benih kreativitas.

Bahkan, seorang Albert Einstein pun bertemankan kantong sampah untuk menyampahkan ribuan formula-formula salahnya. Salah satu buktinya adalah sebuah kisah, ketika Albert Einstein mengajar di Princeton, murid-muridnya bertanya apa yang ia butuhkan di kantornya, dan ia menjawab, “Sebuah meja, beberapa buku catatan, dan sebuah pensil, serta sebuah tempat sampah yang besar untuk menampung semua kesalahan-kesalahanku.” Formulanya yang paling terkenal E=mc2 juga ditemukan dalam proses yang sama. Pada manuskripnya pertamanya justru tertulis N=1/c2.

Jadi, jika kita menginginkan ide yang melegenda kemudian menjadi tanda zaman, sebaiknya kita mengolah lagi ide-ide yang telah kita buang. Siapa tahu kita bisa mengeksekusinya menjadi ide yang mengubah dunia.

Siapa tahu, kan.

26 —Make Change Happen

Kemampuan apa yang bisa kita sumbangsihkan untuk ikut memberikan perubahan baik pada dunia? Juga, seandainya kita tak ada di dunia, apakah orang-orang juga akan menyesali dan meratapi dengan ketiadaan kita karena sebegitu penting dan berpengaruhnya, ataukah justru biasa-biasa saja?

Seberapa keras pun kita bekerja hingga mendapatkan banyak kelimpahan, pada akhirnya, kita akan menyadari bahwa itu akan membosankan.

Setelah kita bisa meraih tujuan-tujuan hidup pribadi, pada akhirnya kita pun akan mengalami sebuah fase untuk ‘gemar berbagi’. Ini karena pada dasarnya manusia selalu tidak puas akan keberhasilan sendiri. Fitrahnya, bila sudah mencapai tahap segala keinginan terpenuhi, justru ingin membagi semua yang sudah didapat itu.

Memenuhi tujuan-tujuan hidup secara pribadi memang akan mengantarkan kita ke tempat tinggi nan jauh. Tapi, untuk lebih jauh dan lebih tinggi lagi, kita harus memerhatikan dan memedulikan hidup orang lain. Lakukan sesuatu untuk orang-orang di sekitarmu. Buatlah social movement, bentuklah yayasan, rawatlah anak yatim, atau lakukan apapun yang membuat orang-orang memiliki hidup lebih baik.

Kita tak selamanya tinggal di dunia, tak perlu lah ingin menguasainya. Tapi membuatnya menjadi tempat yang lebih baik untuk generasi mendatang, adalah kewajiban kita.

26 —Higher Purpose in Life

Dalam Delivering Happiness, Tony Hsieh menyajikan 3 Framework of Happiness. Pertama, pleasure. Yaitu kesenangan. Di tipe inilah kebahagiaan yang biasanya dikejar banyak orang. Padahal, tipe ini justru melahirkan ketergantungan dan ketagihan yang amat mendalam. Kebahagiaan tipe ini tidak akan bertahan dan berlangsung lama. Contohnya adalah saat memiliki motor baru, senangnya bukan main. Tapi hanya akan bertahan satu-dua minggu. Setelah itu biasa saja. Apalagi, setelah dua minggu motornya terserempet. Jenis kebahagiaan seperti ini juga rentan terhadap perbandingan. Begitu tetangga membeli motor yang lebih keren dan modern, rasa bahagia itu akan lenyap bahkan berubah menjadi kecewa tingkat mendalam.

Kedua, passion. Ini adalah kondisi flow, saat peak performance dan peak engagement kita bertemu. Kesibukan yang mengasyikkan. Seperti seorang penulis yang mengerjakan bukunya, seorang pelukis menyelesaikan karyanya. Riset menyimpulkan bahwa jenis kebahagiaan tingkat kedua ini berlangsung lebih lama dibandingkan level pertama tadi.

Ketiga, higher purpose. Ini adalah jenis kebahagiaan saat kita menjadi dan melakukan sesuatu yang “di luar diri kita”, menjadi bagian dari sesuatu yang “lebih besar” daripada diri kita, mengejar sesuatu yang lebih “bermakna”. Membantu orang-orang kelaparan di Afrika, misalnya. Riset menunjukkan inilah jenis kebahagiaan tertinggi yang long lasting.

27 —Create Awesome Logo

Brand adalah kesatuan persepsi terhadap sebuah merek. Nama brand dan logo hanyalah salah satu bagian kecil dari kesatuan persepsi itu. Yang lainnya? Ya bisa berupa pelayanan, produk, pengalaman saat menggunakan produk, dan lain sebagainya.

Aktivitas membangun brand disebut dengan branding. Tetapi, memiliki logo yang memikat memang harus diperhatikan sejak dini. Brand-brand besar macam Coca-Cola, Nike, Adidas dan Apple memiliki logo yang begitu memikat dan keren, bukan?

Di antara hijabers lain yang berhasil mentransformasikan personal brand-nya menjadi produk, Ria Miranda termasuk yang memiliki logo paling menggemaskan, baik dari pemilihan font maupun warna khasnya. Alhasil, activation brand-nya juga selalu memorable, karena telah berhasil mengkreasi logo mengagumkan.

Logo yang baik memang mudah diingat, bangga untuk ditampilkan bahkan oleh konsumen itu sendiri. Bahkan, pada tahap tertentu, logo tersebut bagi die hard fans-nya akan diaplikasikan dalam berbagai media pribadinya, dan menjadi identitasnya. Johnny Cupcakes misalnya, banyak dari die hard fans-nya yang bahkan mentato logo tersebut ke tubuhnya!

Jadi, sudahkah bisnismu memiliki logo yang mengagumkan?

28 —Deliver Awesome Experience

Siapa pun yang masuk ke outlet Ouval Research selalu sepakat bahwa tempat itu memberikan pengalaman tempat berbelanja daily wear yang mengagumkan. Desain interiornya mengagumkan, padahal tempatnya tak begitu besar. Setiap detail produk juga kaya akan sentuhan grafis yang keren. Inilah pentingnya bagaimana memberikan pengalaman yang keren bagi pengunjung. Serampung memberikan pengalaman visual, berikan juga pengalaman memorable secara layanan. Zappos misalnya, yang bahkan menyebut bisnisnya adalah bisnis pelayanan, bukan menjual sepatu. Apa layanan Zappos? Delivering happiness.

Produk mudah dilupakan, namun mendapatkan pengalaman pelayanan yang tak biasa, akan membekas dan menghadirkan repeat order yang melampaui bayangan. Tony Hsieh membangun Zappos dengan passion yang unik: happiness. Passion terbesarnya bukan pada produknya, yaitu sepatu, tapi lebih ke pelayanan konsumennya. Misinya adalah membangun Zappos bukan untuk dikenal sebagai retailer sepatu online paling masyhur, tapi sebagai bisnis dengan pelayanan konsumen terbaik. Tak heran, bila kemudian Tony Hsieh diganjar masuk daftar Entrepreneur of The Decade (2000–2009) oleh Inc. Magazine. Tak hanya itu, kepiawaiannya membangun kultur happiness dalam perusahaannya, membuat Zappos menjadi salah satu perusahaan idaman dunia yang paling nyaman sebagai tempat bekerja.

29 —Choose Wisely

Berada dalam situasi sulit? Manusiawi. Semua orang pernah merasakannya. Yang membedakannya adalah penyikapannya.

Bayangkan kamu dimasukkan ke dalam sebuah ruangan kosong nan gelap selama tiga jam. Apa yang akan kamu lakukan? Marah-marah, gedor-gedor pintu, pukul-pukul tembok? Atau, justru berdiam diri, melakukan aktivitas reflektif? Atau, memilih tidur saja?

Kamu adalah tuan atas kehidupanmu sendiri. Kamu bebas memilih apa yang akan kamu lakukan. Berpikirlah positif. Situasi sesulit apapun pasti menyimpan celah untuk bisa kamu atasi. Itulah mengapa disebut dengan mengatasi masalah, karena kamu harus berada di atasnya, untuk kemudian kamu hancur leburkan masalah tersebut dengan sepatumu.

Bila berjumpa masalah sulit, pikiran positif yang bisa kamu kembangkan ada tiga. Pertama, DO. Hal apa yang masih bisa kamu lakukan dari situasi tesebut. Kedua, GET. Hal apa yang bisa kamu dapatkan dari situasi tersebut. Terakhir, BE. Hal terbaik apa yang masih bisa kamu kreasikan dari situasi tersebut.

Daripada mengutuki kegelapan, mengapa tidak melakukan saja tendangan maut ke kaca jendela. Di luar sana ada cahaya, kok. Iya, kan?

Menjalani hidup sebagai creativepreneur bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Namun bukan berarti tidak menyenangkan. Makanya, di setiap kita, butuh yang namanya mindset kreatif, agar kita juga terus terbahana untuk menjaga semangat berbisnis kreatif.

30 —Creative Unique Point

Sometimes, when you do something completely unexpected, it ends up resulting in the best possible outcome for you. Seperti itu juga yang dialami oleh Chris Ozer. Awalnya, fotografi baginya hanyalah sekadar hobi, sampai Michael O’Neal, temannya yang seorang fotografer profesional menyarankannya untuk menjadikan fotografi lebih diseriusi.

Tentunya, awalnya ia tak membayangkan bahwa fotografi profesional akan menjadi jalan hidupnya yang terbentang cerah. Sejak SMA-nya, Chris serius di musik. Bahkan, mengambil jurusan musik semasa kuliah di University of North Carolina, dan kemudian mengambil master yang juga di jurusan musik di Indiana University. Jadi, sangat jauh dari profesi profesionalnya sekarang sebagai fotografer.

Toh, dengan latar belakang musik yang ditekuninya sangat lama itu, Chris tidak menyesalinya bila sekarang tidak menghabiskan waktu untuk bermain musik sebagaimana bayangannya dulu ketika mengambil jurusan itu. Latar belakangnya itu justru memberikan emosi yang kuat dan warna yang khas dalam setiap gambar yang diambilnya. Olah skill fotografi berpadu dengan latar belakang musiknya yang kuat itulah yang menjadikannya memiliki keunikan di antara fotografer lainnya. Skill dan keunikannya pernah diminta kerjasamanya oleh Cole Haan, Facebook, Nike, PayPal, Sony, Burger King, General Electric, Grey Goose, Mercedes Benz, Stella Artois, TOMS, dan masih banyak lainnya. Chris justru menemukan keunikan lahan kreatif profesionalnya lewat latar belakang yang unik.

31 —Desire to Grow

Ugmonk besutan Jeff Seldon juga melakukan itu. Setelah perjalanan panjang, yakni hampir lima tahun, Ugmonk akhirnya menjadi brand besar. Diliput di banyak media cetak dan televisi. Dan melayani pembeli di lebih dari enam puluh negara. Dan di tangan Seldon, Ugmonk berhasil menjadi brand yang memiliki desain khas dan terjamin mutunya.

Jeff Seldon berhasil mengubah dirinya dari seorang desainer grafis menjadi creativepreneur. Mendirikan label clothing sendiri. Kala memutuskan seperti itu, Seldon harus berhadapan dengan banyak hal. Menciptakan desain sendiri. Memerhatikan proses produksinya dari hulu ke hilir. Dan tentu saja, promosi dan cara menjual ke konsumen.

Mencapai kegemilangan di bisnis kreatif adalah perpaduan apik antara kerja keras, kesinambungan untuk terus belajar dan juga kemauan untuk berkembang.

Hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan mungkin tahun demi tahun, terus melakukan inovasi dan pengembangan hingga menjadi brand dan bisnis yang disegani dan berhasil akan tiba masanya jika kita mau untuk terus melakukan ketiga hal mendasar di atas.

32 —Manage Your Energy

Jangan mengandalkan mood, karena sesuatu yang sifatnya ‘tak jelas’ seperti mood memang tak bisa diandalkan kapan datangnya. Dia bukan pacarmu yang bisa di-mention dulu kapan mau datang. Bisa janjian dulu kapan akan ketemuan. Menunda-nunda pekerjaan takkan menghadirkan apapun, selain dua hal negatif. Pertama, pekerjaan yang tak pernah diselesaikan. Kedua, penyesalan.

Mengapa pada suatu waktu, kita berhasil merampungkan sebuah pekerjaan hanya dua jam, sedangkan pada lain waktu membutuhkan empat jam, padahal bobot kesulitan pekerjaan sama. Mengapa? Karena kita fokus dan mengerahkan 100% kemampuan pada dua jam tersebut. Energi kita curahkan. Sedangkan yang empat jam, karena kita hanya mencurahkan energi sebesar 50% saja. Waktu lama tidak bisa dijadikan tolak ukur produktivitas. Lalu, bagaimana caranya memberdayakan energi agar pekerjaan bisa maksimal?

Sadar penuh dan hadir utuh pada pekerjaan tersebut. Pertama, fokus dan satukan antara pikiran, raga, dan hati. Kedua, jangan menunda-nunda. Di sinilah pentingnya skala prioritas. Selesaikan dulu pekerjaan paling sulit, sehingga yang mudah akan terasa enteng. Hajar dulu pekerjaan paling menyebalkan, hingga sisanya terasa ringan. Mau tidak mau, pekerjaan tersebut harus diselesaikan, bukan? Makanya, tangani yang tersulit dulu. Semakin baik kita mengelola energi, semakin banyak hal bermutu yang bisa kita selesaikan dalam hidup, termasuk juga dalam urusan bisnis.

33 —Creative Leader

Ada dua multi yang dimiliki oleh seoarang creative leader, yang pertama adalah multikarier, dan yang kedua adalah multi skill.

Multikarier bermakna menjalani dua atau lebih karier dalam waktu bersamaan. Bisa juga, berganti karier setelah menjalani satu karier dalam periode waktu tertentu.

Contoh yang sukses dengan multikarier adalah John Grisham. DIa menjadi politisi pada rentang 1983–1990, dan sebelumnya adalah pengacara selama 10 tahun. Novel masyhurnya yang berjudul A Time to Kill, dimulai rentang waktu 1983–1987 setiap pagi sebelum ke kantor. Yah, seperti novelnya yang terlihat nyata itu, inspirasi kisahnya juga dia dapatkan dari kasus hukum nyata yang terjadi saat itu.

Contoh lain adalah Andrea Bocelli. Menjadi pengacara hanya selama setahun, kemudian memutuskan untuk berkarier di dunia musik. Franco Corelli dipilihnya sebagai mentor, dan sekarang kita mengenalnya sebagai penyanyi dengan suara indah dan beberapanya menjadi musik favorit manusia sejagad, seperti The Prayer ( yang hasil duet dengan Celine Dion), Con Te Partiro, atau Time to SayGoodbye (duet dengan Sarah Brightman).

Bayangkan, seorang ahli filsafat, kritikus seni, pelukis, sekaligus penulis berbagai bidang, seperti geologi, arsitektur, mitos, sastra, dan juga botani! Itu seperti profesi 20 orang, berkumpul dalam satu sosok.

Dialah John Ruskin. Dan untuk menjadi multiskill seperti dia, rahasianya hanya, ”Ketika cinta dan keterampilan bersatu, adikarya akan tercipta.”

Stephen R. Covey, mengatakan bahwa salah satu upaya memberdayakan sebuah organisasi adalah ketika ada kesempatan sukses secara pribadi bagi individu yang memiliki pengetahuan, keterampilan, keinginan, dan kesempatan dengan cara yang nantinya mengarah pada keberhasilan organisasi secara kolektif. Bahkan, dia juga menggambarkan pemberian kesempatan bagi para individu yang memiliki beragam keterampilan haruslah dikembangkan oleh setiap perusahaan dan organisasi yang ingin sukses.

34 —Connecting the Dots

Seorang pemimpin tidak dilahirkan, dia terbentuk. Beberapa waktu lalu, saya mengikuti proses interview pembuatan buku biografi resmi Jokowi, yang ditulis oleh Alberthiene Endah. Saat itulah saya kemudian tahu, bahwa Jokowi memang telah melewati serangkaian ‘jedar-jeder’ hidup, hingga kemudian menduduki puncak tertinggi kepemimpinan di Indonesia: Presiden. Tetapi, satu hal yang saya salut, adalah kemampuan beliau untuk merangkul dan kerja yang tak kenal lelah. Mungkin itu juga yang membuatnya mengeluarkan sloga, “Kerja, kerja!”

Seorang pemimpin akan memilih motivasi daripada manipulasi. Dan akan lebih memilih merangkul daripada menyuruh, membentak, apalagi menghardik. Berkali-kali saya bertemu Jokowi, dan beliau selalu menunjukkan karakter itu. Sebuah sejatinya tugas pemimpin, untuk menjadi integrator; penghubung dari berbagai macam kemampuan orang-orang yang dipimpinnya. Bukan menjadi pucuk pimpinan yang sok tahu, apalagi belagu.

Dan dari karakteristik lihai merangkul itulah, kemudian walau hadir beragam konflik, serang pemimpin akan selalu bisa mengubah konflik yang destruktif menjadi konstruktif, membuat semuanya nyaman untuk bekerja sama mencapai tujuan, menguatkan hubungan berbagai pihak hingga lahir rasa saling menghargai, dan tentu saja, terpenting adalah meningkatkan kemampuan semua pihak sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

35 —Discipline

Tanpa disiplin diri dan konsistensi yang kuat, pendiri bisnis legendaris Mustika Ratu, yakni Mooryati Sudibyo tentu tak secemerlang namanya seperti sekarang. Rhenald Kasali menjadi saksi, bagaimana Mooryati Sudibyo mengambil jenjang doktoralnya, dan saat itu Rhenald Kasali ada dosennya.

Rhenald menceritakan bawah Mooryati Sudibyo yang sudah berusia lanjut, yakni 75 tahun, selalu berkebaya saat kuliah! Dan hebatnya, walau memakai kebaya membutuhkan pematutan diri yang tak sebentar, namun nyatanya Mooryati tak pernah telat datang kuliah.

Dan kejutannya pun tak hanya itu, Mooryati Sudibyo bahkan lulus dalam rentang empat tahun, dan disertasinya mendapatkan banyak pujian dari pakar ekonomi.

Venus Williams telah meraih 22 gelar Grand Slam yang terdiri atas tujuh gelar tunggal, tiga belas gelar ganda, dan dua gelar ganda campuran. Tujuh gelar Grand Slam tunggalnya ia dapatkan dari Wimbledon (lima kali) dan US Open (dua kali). Bahkan, bersama adiknya, Serena, ia telah memenangi semua turnamen Grand Slam setidaknya dua kali! Venus Williams juga telah memenangi empat medali emas olimpiade, satu dari sektor tunggal dan tiga dari sektor ganda (yang ia menangi bersama Serena). Gairah Venus dan Serena adalah tenis. Motivasi dirinya adalah memenangkan turnamen. Bila diiringi kerja keras, konsistensi, disiplin, dan ketekenunan, siapa yang akan bisa mengalahkan mereka, bukan?

37 —Networking with Heart

Berjejaring juga memiliki seninya tersendiri. Apalagi, bila berjejaring itu memang dirancang untuk mendatangkan kebaikan masa depan dalam lingkup bisnis, tentu makin membutuhkan trik dan tips tersendiri.

Namun intinya, semua selalu bermuara pada satu hal: semakin banyak dan kuat jaringan tentu semakin bagus, karena kita tak pernah tahu kapan akan membutuhkan salah satu dari jejaring itu untuk melakukan kerja sama, atau kesempatan-kesempatan baik dan bagus lainnya.

Jangan menghadiri sebuah acara seminar, rapat formal, pertemuan komunitas bisnis, tanpa adanya persiapan. Persiapan meliputi banyak hal, seperti target datang ke sana, ingin melakukan apa.

Penampilan, yang walaupun bukan hal utama, namun dia adalah hal pertama yang akan terlihat. Citra diri perlu ditampilkan dengan baik sejak awal. Sesuaikan pakaian dengan acara yang dihadiri. Bila hanya pertemuan komunitas bisnis santai, tak perlu memakai jas seresmi ketika pertemuan bisnis formal dengan adanya jamuan makan malam mewah.

Perhatikan penampilan, karena kita ingin membangun jaringan, bukan membuat orang lain tidak nyaman, bukan?

38 —Great Money Secret

Bekerja berarti beraktualisasi di tempat yang sesuai dengan passion dan karier. Membiarkan diri berada di satu tempat yang menjemukan, hingga akhirnya diri tidak bisa berkembang, serta passion yang tidak terawat dengan baik, dan hati yang hanya tercurah setengah, tak masimal dalam bekerja dan juga dalam berkarya, tentu hal itu hanya membuang-buang waktu juga hidup.

Yah, membuang-buang waktu juga kesempatan untuk menghidupkan lentera jiwa.

Kredo untuk menghasilkan duit berpundi-pundi itu sederhana: great money always follow great works. Nah, satu hal yang harus menjadi catatan adalah: great works itu selalu datang dari passion. Bagaimana bisa bekerja maksimal kalau tidak ada passion penuh di situ? Juga, bila tak ada passion penuh, bagaimana great money bisa datang berpundi-pundi?

Iya, kan?

Membangun karier sukses nan gemilang sebenarnya memiliki rumus yang sangat simpel: kerjakan apa yang kamu cintai, cintai yang kamu kerjakan, kemudian tunjukkan siapa diri kamu ke publik.

Tiga alur itu adalah alur sederhana namun sudah terbukti berdaya guna untuk membantu kamu bisa gemilang di jalur pekerjaan profesional.

39 —Why You Hate Your Job

Selamat datang di hari Senin lagi. Selamat berjumpa dengan macet lagi. Selamat bersua dengan kubikel, setumpuk map, sederet teman kantor yang menyebalkan dan penjilat, dan daftar deadline yang harus segera dirampungkan hari ini.

Selamat datang di ‘pekerjaan’. Sebuah kata manis yang sebenarnya dimaniskan dari sebuah istilah lain: modern-day slavery.

Kamu bekerja keras. Sangat keras. Tetapi apresiasi yang kamu dapatkan adalah, “Kerjamu sangat bagus!” dengan nada menyemangati, namun penuh dengan balutan formalitas saja. Saat cara kerjamu ‘terlalu bagus’, ada banyak karyawan lain pada saat yang sama sedang menunggu saat-saat lengahmu kemudian menyerangmu dari belakang.

Being an employee is like modern slavery.

Berangkat bekerja pagi buta. Bertarung dengan ratusan pengendara lain yang memiliki ketergesaan yang sama. Setiap pagi selalu didera dua hal: ketergesaan, keterpaksaan.

Pulang petang menjelang. Bertarung lagi dengan ratusan pengendara lain yang memiliki ketergesaan yang sama. Ingin segera sampai rumah. Ingin segera terlepas dari beban pekerjaan seharian. Setiap petang selalu didera dua hal secara bersamaan: kelelahan dan kemuakan.

Ingin semua ini segera berakhir.

Namun kemudian malam menjelang. Tertidur. Dan esoknya, belumlah sempat mengubah nasib hidup, sudah berjumpa lagi dengan rutinitas yang sama lagi.

Dan semua berlangsung sudah lebih dari lima tahun.

Lelah. Penat. Macet. Muak. Bosan.

Dan rumahmu masih mengontrak. Motormu masih matic. Belum sempat backpacker-an ke luar negeri. Belum sempat menjelajah nusantara. Belum sempat membuat karya keren penginspirasi banyak orang. Belum sempat membuat sesuatu yang bisa membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik.

Kamu merasa hidupmu hampa. Tak berguna.

Dan di saat yang sama, bosmu sudah membeli Pajero terbaru. Status Facebook-nya teranyar mengabarkan dia sedang berada di Jepang. Instagram terbarunya memerlihatkan dia sedang berpose riang di antara bonsai-bonsai cantik.

Kamu merasa bosmu sangat perlu dimusnahkan dari muka bumi ini.

Temanku adalah seorang creative maker. Dia membuat bantal leher. Sederhana. Namun total. Hampir sulit membuat janji ketemu sekadar hangout.

Dia kelihatan sibuk, sekaligus produktif.

Terpenting, dia baik-baik saja dengan hidupnya. Dia tidak membenci pekerjaannya. Hampir tak pernah melihatnya mengeluh. Baik secara langsung maupun lewat status sosial medianya.

Mungkin itu efek dari rutinitasnya: ‘menghadirkan sesuatu yang keren’ dari tangannya.

Biasanya, orang-orang seperti itu tidak akan sempat mengeluh. Orang-orang seperti itu terlalu menghargai waktunya untuk mengejar kekurangan kemampuannya, sehingga terus belajar, belajar, dan belajar untuk menghadirkan sesuatu yang keren.

Temanku yang lain adalah seorang fotografer. Walau aku juga menyukai fotografi, pengetahuannya jelas jauh di atasku, baik secara teori maupun praktiknya.

Hasilnya tentu jauh berbeda. Hasil jepretan terngawurnya saja sudah sangat Instagram-able. Hasil jepretanku? Recycle Bin-able.

Setiap hari, terlahir dari bidikannya sesuatu yang keren dan mengagumkan. Akan tetapi, semakin dia jago, dia makin merasa tidak mengerti apapun. Dia lapar akan pengetahuan fotografi yang ‘perfect’. Saya jadi teringat ‘stay hungry stay foolish’-nya Steve Jobs.

Oke. Apa yang membuat banyak orang — termasuk kamu — begitu membenci pekerjaannya?

Pekerjaanmu tidak membutuhkan kreativitas. Pekerjaanmu tidak menuntutmu untuk menghasilkan sesuatu yang keren, bermanfaat, dan yang ‘kamu sukai banget’.

Itulah mengapa, kita mendapati banyak petugas publik negara yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik begitu memiliki sifat yang menyebalkan.

Tidak ramah. Tidak melayani masyarakat dengan semestinya.

Bayangkan, mereka melayani banyak orang setiap hari. Bertahun-tahun, bahkan akan sampai tua.

Mereka sendiri sudah bosan. Sudah muak. Namun, status sebagai pekerja tetap dan abdi negara terlalu keren untuk ditinggalkan. Itu adalah status paling keren untuk calon mertua.

Jadi, jangan salahkan mereka.

Salahkanlah dirimu, yang seharusnya bisa melakukan pekerjaan sesuai passion-mu, namun memilih untuk bermimpi bisa mendapatkan pekerjaan seperti mereka.

Kita datang ke bumi tidak membawa apa-apa, dan akan meninggalkannya dalam keadaan tidak membawa apa-apa. Jangan terbuai dengan pencitraan hingga melupakan kebahagiaan diri.

And now, what are you going to do about your life and your job?

40 —What is Passion

“We can each define ambition and progress for ourselves. The goal is to work toward a world where expectations are not set by the stereotypes that hold us back, but by our personal passion, talents and interests.” — Sheryl Sandberg

Lakukan banyak hal yang kamu sukai. Sesering mungkin. Sekerap kau bisa. Ada banyak perubahan yang akan kau hadirkan di sana. Baik untuk dirimu, juga untuk semesta.

Berunggul-unggullah dengan gayamu sendiri. Cari lahanmu sendiri untuk bersinar. Karena setiap kita dilahirkan dengan keunikan masing-masing. Jangan berusaha menjadi orang lain.

Jadilah dirimu sendiri, yang kemudian bisa menginspirasi orang lain. Dan cara terbaik menuju ke situ bukanlah dengan meniru orang lain, apalagi menjiplaknya habis-habisan.

Selain engkau hanya akan dibanding-bandingkan dengan yang kau tiru itu, engkau juga takkan bertahan lama dalam belantara hidup yang selalu membutuhkan orang-orang yang berbeda, bukan yang sama ini.Risiko bagi kita yang berpikir besar adalah selalu disalahpahami dan disalahmengerti. Ketika pikiran kita fokus pada hal-hal besar dalam hidup, maka hal-hal kecil akan terselesaikan dengan sendirinya.

Ketika pikiran kita berpikir hal-hal kecil, kita akan menjadi sosok yang gampang tergoda, bertoleh, dan berhenti seketika. Karena tidak ada hal besar yang menjadi tujuan, yang ada hanyalah remeh-temeh yang sebenarnya tak butuh banyak usaha untuk mewujudkannya. Hanya hal-hal besar yang menjalar di pikiran.

Di sanalah, kemudian segala tutur, setiap lelaku, perlahan menata bata untuk menguatkan fondasi mewujudkan hal besar tersebut. Seolah tanpa sela. Seakan tanpa jeda. Dan saat selesai, memulai untuk berpikir dan mewujudkan hal besar lagi. Satu bangunan selesai, masih banyak yang perlu diselesai pula.

Passion, mencintai apa yang kita kerjakan. Passion bukan berarti ambisius. Tapi, karena kecintaan yang terlalu mendalam itulah hingga orang-orang beranggapan bahwa kita terlalu ambisius. Hal ini dapat dimaklumi, karena saat kita mencintai apa yang tengah kita kerjakan, maka kita akan melakukan ini dan itu dengan sangat fokus dan benar-benar mendalam. Dan itu memang terkesan ambisius.

Passion sangatlah penting untuk mereguk kesuksesan. Masalahnya hanyalah bagaimana cara kita menemukannya.Coba kita cermati bagaimana seorang Elli Davis akhirnya menemukan passion-nya.

“Aku seorang guru,” katanya, “tapi aku suka membaca tentang iklan real estate, dan aku senang melihat-lihat acara open house di akhir pekan. Aku takut untuk mencoba real estate, tetapi jika aku tidak pernah mencobanya, aku tidak akan pernah tahu sebagus apakah aku di bidang itu.”

Lalu, keajaiban itu terjadi. Hanya dengan mencobanya, Elli Davis menemukan jalan yang sesungguhnya menuju passion-nya dan melesat ke puncak profesi bidang real estate. Jalan yang memang seharusnya baginya.

Lalu, bagi kita yang sampai saat ini belum menemukan sebenarnya passion kita ini apa, teruslah menggali; teruslah mencari; teruslah mengamati banyak hal.

Karena di antara segala hal yang betebaran di muka bumi ini, pasti ada satu yang menjadi daya tarik terkuat kita. Dan itulah awal mula menemukan passion kita. Ikutilah kata hati. Uang akan datang pada akhirnya.

Passion menghasilkan semangat. Dan semangat dalam pekerjaan apapun kemudian akan menghasilkan uang yang bagus.

Debbie Myers, wakil presiden dari GlaxoSmith Kline Biologicals menuturkan, “Aku tidak peduli berapa banyak uang yang aku hasilkan. Bukan itu yang menjadi alasanku mengambil suatu pekerjaan. Aku memilih suatu pekerjaan karena aku mencintainya. Dan pada akhirnya, aku pun digaji dengan cukup baik.”

Jadi, lupakanlah segera jumlah uang yang ingin didapatkan. Carilah cara untuk mencari makan, tetapi berilah juga makanan pada hati kita. Janganlah terlalu peduli dengan jumlah uangnya, pedulilah pada seberapa bergairahnya kita pada pekerjaan. Uang akan mengalir pada sendirinya. Juga, karena kita hanya punya satu kehidupan di dunia ini, tentu akan lebih baik saat kita menjalaninya dengan menjadi apa yang kita cintai.

Bila menghendaki diri menjadi kaya, taruhlah uang di bagian paling bawah dari skala prioritas, lalu letakkanlah passion di bagian teratas. Dan kita akan bangun pagi dengan keadaan senang karena melakukan pekerjaan yang kita cintai.

 

Penutup

Sudah berapa banyak buku motivasi yang kamu baca? Sudah berapa episode dari Kick Andy yang sudah kamu tonton? Sudah berapa banyak seminar motivasi maupun seminar bisnis yang kamu ikuti? Sudah seberapa banyak pengusaha sukses yang sudah kamu minta nasihatnya?

Bagaimana dengan semua itu? Memberi efek kesuksesan apa pada dirimu?

Tidak ada?

Seharusnya ada. Asalkan kamu tahu rahasianya, bahwa hanya satu orang yang dapat membuatmu cemerlang. Dan satu orang itu bukanlah trainer, motivator, bahkan mentor pribadimu. Bukan pula menteri keuangan atau pun presiden.

Orang itu adalah dirimu sendiri. Satu-satunya orang yang dapat membuatmu, cemerlang, atau pun sukses adalah dirimu sendiri. Satu-satunya orang yang bisa membuatmu meraih tujuan dan mimpimu adalah dirimu sendiri.

Yang lain, para orang tua, guru, trainer, mentor, konsultan, hanya dapat berbagi pengetahuan, ide, dan kebijaksanaan. Tapi, jika kamu tidak melakukan apa pun dengan pengetahuan itu, kamu akan tetap berjalan di tempat. Kamu akan menghadapi masalah yang sama dari hari ke hari sampai Sang Pencipta memanggil.[]

Leave a Reply