Panduan Instagram Marketing

Memutuskan untuk melakukan Instagram marketing tidak bisa sembarangan. Dan untuk itulah panduan ini dibuat: untuk membantu Anda lebih memahami “medan perang” seperti apa yang Anda hadapi.

Oleh Facmy Casofa, CEO Enxyclo

Berbeda dengan media sosial lainnya, Instagram lebih menekankan cara bersosial ke arah visual. Mungkin jika Anda sebelumnya terbiasa menggunakan Facebook atau Twitter, sebaiknya jangan samakan Instagram dengan kedua media sosial tersebut, karena Instagram memang benar-benar dikemas hanya mengandalkan visual.

Artinya, kebiasaan Anda untuk berjualan di Facebook maupun di Twitter, tidak dapat diterapkan secara persis di Instagram. Jika Anda sebelumnya berjualan di Facebook yang dapat menulis post dengan teks yang sangat panjang agar meningkatkan interaksi, berbeda dengan Instagram. Butuh kreativitas tersendiri agar postingan Anda memiliki kekhasan dan keunikan yang berbasis visual.

Bisa jadi jika Anda memposting foto produk Anda di Instagram dengan caption yang sangat panjang, justru tidak dibaca sama sekali oleh followers Anda. Akan sangat sia-sia, bukan?

Wajar saja karena memang Instagram pada dasarnya adalah media sosial berbasis visual di mana perilaku para pengguna Instagram lebih menyukai hal–hal yang memiliki tingkat kreativitas visual, baik berupa foto ataupun video yang unik, sangat bagus dan caption yang simpel tapi mengena.

Nah, untuk lebih lengkapnya memahami tentang Instagram marketing, silakan baca keterangannya lebih lengkap di bawah ini, ya!

Mengapa Harus Jualan Lewat Instagram?

1 – Perkembangan Instagram yang Signifikan

Jika ada media sosial yang wajib menjadi kanal pemasaran selain Facebook, maka tak lain dan tak bukan adalah Instagram. Perkembangan pengguna yang pesat dan fitur-fitur yang makin memanjakan penggunanya, menjadikan Instagram sangat potensial menjadi kanal pemasaran.

2 – Visual adalah Gaya Pemasaran Terefektif

Dengan pola Instagram yang hanya fokus pada visual, menjadikannya lebih mudah untuk dijatuh-cintai oleh siapapun. Makanya, Instagram lebih menarik daripada Twitter yang sekarang sedang sekarat. Dan … yah, 90% informasi yang diproses oleh otak manusia adalah informasi dalam bentuk visual atau gambar.

3 – Anak Muda Gaul Teknologi

Mayoritas penghuni Instagram pemilik umur 18–29 tahun. Artinya, mereka adalah generasi setelah generasi Millenial yang kreatif, dan gaul dengan teknologi. Dan mereka, tentu saja adalah generasi yang sukanya belanja online! Jadi, kalau target pasar Anda adalah umur segitu dan tak menjadikan Instagram sebagai channel, maka Anda sudah melakukan sebuah kesalahan besar.

4 – Tingkat Engagement yang Tinggi

Sebuah riset mamaparkan bahwa pengguna Instagram lebih memiliki hubungan atau interaksi yang lebih tinggi daripada pengguna Facebook. Kok bis? Jelas, karena konten yang ditonjolkan adalah berupa visual dengan tampilan yang simpel. Hal tersebut membuat pengguna Instagram lebih mudah berinteraksi. Tidak heran jika banyak produk atau konten foto yang cepat viral melalui Instagram, karena ibaratnya yang memang lumbung foto ada di Instagram.

5 – Berkumpulnya Para Customer yang Loyal dan Kreatif

Pecayalah, saat Anda memiliki produk yang unik, lucu, atau istilahnya adalah instagramable, maka para pengguna Instagram akan berebutan untuk berfoto dengan produk Anda dan memajangnya di galeri mereka. Itulah mengapa, banyak kafe sekarang yang menset interior mereka agar instagramable. Lebih mudah viral, dan menjadi rekomendasi ampuh. Selain itu, menjadi promosi gratis dan getok tular yang keren.

 

Bagaimana Cara Menghasilkan Foto Produk yang Keren?

Sebagaimana sudah Anda baca di Pelajaran #1 yakni tentang mengapa Anda harus berjualan lewat Instagram, pertanyaannya selanjutnya adalah bagaimana cara menghasilkan foto produk yang keren untuk berjualan di Instagram.

Tentu saja, karena Instagram adalah platform yang mengandalkan visual, artinya Anda juga harus kreatif untuk menghasilkan foto produk yang bagus.

1 – Sesuaikan dengan Karakter dari Brand Anda

Setiap brand memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang karakternya adalah sporty seperti Nike, Adidas, atau Puma. Ada juga yang shabby chic seperti produk hijab dari Ria Miranda. Ada juga yang urban mecha art ala Machine56. Semuanya adalah karakter brand Anda yang harus Anda pahami betul, dan karakter tersebut harus diderivasikan dalam bentuk visual.

2 – Kamera Berkualitas Baik Akan Sangat Membantu

Tak harus memakai DSLR sebenarnya. Bisa juga memakai kamera dari ponsel pintar. Tentu saja yang harus memiliki kualitas megapiksel yang mumpuni. Biasanya, kamera besutan ponsel pintar dari iPhone dan Samsung memiliki kualitas kamera yang dahsyat untuk menghasilkan foto.

3 – Cahaya!

Fotografer amatiran akan ribut soal perangkat, tetapi fotografer profesional akan memerhatikan satu hal, yakni pencahayaan!

Menghasilkan foto yang bagus berawal dari pencahayaan. Nah, jika Anda memotret produk di dalam ruangan, pastikan memiliki pencahayaan yang cukup. Sajikanlah visual yang memanjakan mata dari pelanggan Anda.

4 – Fokus terhadap Produk Anda

Beberapa elemen pendamping boleh ditampilkan di dalam area foto, namun jangan sampai mengganggu produk utama Anda, karena itulah barang jualan Anda. Pastikan hal ini tak terlewatkan, yah!

5 – Konsisten dengan Tema Brand Anda

Kalau Anda jualan kaos kaki, ya fokus dengan visual bertema kaos kaki. Kalau Anda berjualan perlengkapan bayi, ya fokus dengan visual yang mendukung jualan Anda.

Jangan memposting foto yang berada di luar area dari produk Anda. Konsistensi adalah harga mati bila Anda tidak ingin brand Anda tenggelam dari benak konsumen.

Cara Mendapatkan Follower Berkualitas di Instagram

Berniat terjun ke Instagram marketing tapi enggan untuk menambah jumlah followers, memang agak gimana gitu.  Bagaimanapun, memiliki followers yang banyak adalah sebuah prestasi tersendiri bila Anda memang ingin serius di Instagram marketing. Akan tetapi, memang tidak mudah untuk mendapatkan followers yang signifikan.

Lalu, bagaimana caranya agar akun bisnis kita di Instagram tidak sepi dari followers?

1 – Content is King!

Bagaimanapun, dalam industri media, konten adalah raja yang harus kita siapkan dengan seksama. Begitu pula melakukan Instagram marketing. Anda harus mengemas konten Anda sedimikian rupa agar tetap menarik, unik, dan sesuai dengan karakter dari brand Anda.

Konsepnya sederhana: para pengguna Instagram akan dengan jelas mem-follow sebuah akun manakala akun tersebut memiliki konten yang berkualitas, unik, dan konsisten. Konten yang angin-anginan, nggak jelas, dan memiliki desain yang jelek, akan mereka tinggalkan. Ngapain, coba! Bikin kotor feed saja. Iya, kan?

Lalu, seperti apakah konten yang berkualitas itu?

Intinya, konten yang berkualitas adalah konten yang bermutu (yaiyalah!). Artinya, foto Anda memiliki kualitas foto dengan sentuhan editing yang bagus. Bila ingin memposting video, pastikan juga kualitas videonya kreatif. Tidak asal unggah materi video atau foto sembarangan, namun terkonsep.

Dengan begitu, konten Anda akan membuat galeri dari akun Anda akan menarik dan mengundang followers untuk tak segan-segan mengklik tombol follow yang ada di bagian atas.

Jadi, untuk mendapatkan follower yang aktif, pastikan dulu Anda kreatif dalam menyajikan konten yang berkualitas!

2 – Kreatif dalam Membuat Call to Action

Apa sih yang dimaksud dengan call to action atau yang biasa disingkat dengan CTA itu?

Begini. Selain menggunakan foto yang bagus untuk diunggah, kita juga harus kreatif dalam membuat caption dari foto tersebut. Tahu dong apa maksud dari caption. Itu, loh, yang tulisan di bawah foto.

Nah, kita juga harus kreatif dalam membuat caption. Jangan asal lurus-lurus aja, misalkan hanya diisi quote atau kata-kata mutiara yang tidak menghadirkan interaksi. Nah, itu intinya. Kita harus membuat caption yang kreatif dan menghadirkan interaksi.

Caranya bisa macam-macam, salah satunya adalah dengan menggunakan ajakan atau pertanyaan. Misalkan:

  • Hari Senin begini, biasanya kamu ngapain?
  • Yuk, like foto ini dan tag temen kamu yang hobi banget jajan es krim.

Nah, dengan cara-cara seperti itu, biasanya follower akan komen, sehingga menimbulkan interaksi. Selain itu, dengan like dan tag, juga akan menghadirkan follower baru. Asyik, kan?

3 – Bermain dengan Hashtag Khusus

Menggunakan hashtag (#) yang tepat dapat menjadi salah satu cara memperbanyak followers, loh. Hal ini dikarenakan user Instagram biasanya mencari sebuah foto, konten, ataupun produk berdasarkan hashtag yang digunakan. Semakin kreatif kita dalam mengemas hashtag ini, akan semakin baik untuk bisnis kita. 

Misalkan, Anda jualan jilbab, maka selain menggunakan hashtag umum seperti:

  • #jualjilbab #jualjibalsegiempat

Anda juga harus memainkan hashtag khusus. Biasanya, rumusnya adalah barang jualan Anda + lokasi. Jadinya akan seperti ini:

  • #JualJilbabJogja

Nah, sudah terbayang, kan? Begitulah. Gunakan hashtag dengan semestinya, untuk menggaet lebih banyak follower.

Menggaet Endorser, Penting Nggak, Sih?

Kata endorse atau endorsement mungkin tidak terdengar asing lagi ditelinga kita, terlebih lagi jika Anda berurusan dengan Instagram marketing.

Endorsement berkaitan erat dengan dunia pemasaran, di mana banyak masyarakat yang mengatakan bahwa pemasaran sebuah produk di internet dengan cara endorsement dari publik figur akan memberikan hasil yang luar biasa dari penjualan produk tersebut. Bahkan saat ini, telah banyak artis di Instagram yang dibayar mahal demi meng-endorse-kan suatu produk. Lantas, apa sebenarnya pengertian endorse tersebut?

Dalam pemasaran online, endorsement atau endorse adalah dukungan atau saran yang diberikan pada produk atau layanan di mana dukungan tersebut dilakukan oleh seseorang yang memiliki pengaruh atau tokoh masyarakat, seperti artis.

Endorse juga sering disebut sebagai jenis iklan tertentu yang mengandalkan selebriti atau seorang profesional untuk mengatakan hal baik tentang produk atau jasa. Dari pemilik produk atau brand akan diuntungkan karena menggunakan nama orang terkenal untuk mempromosikan produknya.

Jika orang yang terkenal memberikan dukungan positif untuk sebuah produk, maka akan membuat lebih banyak orang untuk membeli produk yang dimaksud karena mereka mempercayai selebriti tersebut. Atau setidaknya itu akan membuat brand produk menjadi lebih terkenal dari sebelumnya.

Di Indonesia, endorse bukan lagi hal yang baru. Banyak pemilik toko online memanfaatkan ketenaran seorang artis untuk mempromosikan produk atau brand mereka dengan cara endorse. Jika Anda cukup memperhatikan, praktik promosi semacam ini sangat mudah ditemukan di media sosial, khususnya Instagram.

Jumlah pengikut artis di media sosial dapat menjadi penentu kesuksesan sebuah promosi dengan cara endorse. Semakin banyak jumlah pengikut, maka semakin besar kemungkinan endorse berhasil, dengan catatan para pengikutnya adalah akun sebenarnya dan bukan akun palsu.

Lalu, apa keuntungan dari melakukan endorse?

Aktivitas promosi yang sangat efektif. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tokoh masyarakat atau orang terkenal biasanya memiliki pengikut yang selalu memperhatikan aktivitas mereka. Tidak hanya aktivitas menurut profesi saja yang dilihat, namun hal-hal yang bersifat personal juga diunggah ke media sosial untuk menjadi konsumsi publik.

Setiap kali artis memposting sesuatu ke akun media sosialnya, seperti Instagram, sudah pasti postingan tersebut akan terlihat oleh pengikutnya. Dan saat mempromosikan produk tertentu, dipastikan produk yang dipromosikan olehnya akan terkenal.

Akun Instagram dari pemilik produk biasanya akan ikut terkenal karena masing-masing si endorse akan menandai akun penjual Instagram dan juga hashtag yang terkait dengan produk tersebut.

Hemat biaya pemasaran. Bukan hanya efektif, tapi endorse juga bisa membuat proses pemasaran menjadi lebih efisien. Kata hemat di sini bukan hanya tentang jumlah uang yang Anda belanjakan, namun lebih kepada dampak pemasaran. Bayangkan berapa banyak uang yang akan dikeluarkan saat melakukan promosi melalui iklan di televisi atau beriklan di radio.

Promosi dengan cara endorse, Anda hanya perlu mengirimkan produk ke artis dan mentransfer biaya endorse sesuai tarif yang ditentukan. Namun, tentunya kita juga harus pintar memilih artis yang akan mempromosikan produk yang dipasarkan. Misalnya produk Anda adalah produk kecantikan, maka akan sangat tepat bila dipromosikan oleh artis yang berparas cantik. Atau misalnya Anda menjual produk untuk bayi, lalu pilihlah artis yang sering memposting aktivitas dengan bayinya.

Meningkatkan jumlah pengikut dan followers. Tokoh masyarakat pasti punya banyak penggemar yang mengikuti gaya dan juga menggunakan produk yang digunakan oleh mereka. Bila artis memposting produk kecantikan yang dia gunakan, sudah pasti banyak pengikutnya yang juga ingin menggunakan produk tersebut sehingga membuat penjualan produk akan laku keras seperti kacang goreng.

Jadi, tidak heran mengapa ada begitu banyak akun jualan di Instagram yang menggunakan layanan endorse dari selebriti karena terbukti dapat meningkatkan penjualan produk yang dipromosikan. Selain itu, akun media sosial dari toko online akan dibanjiri pengikut dan memiliki calon pelanggan tetap.

Meningkatkan kredibilitas. Kerja sama endorse bukan sekedar untuk menghasilkan keuntungan finansial saja, melainkan juga untuk meningkatkan brand awareness produk. Saat ini memang banyak sekali brand-brand besar yang melakukan ini supaya lebih dikenal dan dipercaya oleh calon konsumen.

Namun, jika Anda ingin melakukan endorse demi bisnis, sebaiknya jangan terlalu gegabah dan asal mencari orang. Anda perlu teliti siapa orang tersebut dan bagaimana media onlinenya supaya kerja sama endorse tidak sia-sia.

Pin It on Pinterest

Shares
Share This